"Olga," ucap Reza dengan suara lirih dan sedikit bergetar. Perempuan di hadapannya itu mengerutkan dahi. Dia menarik kursi kemudian mendaratkan tubuh rampingnya ke atas sana. Perempuan itu tersenyum miring kemudian membelai pipi Reza. "Hey, Babe. Who's Olga? I am Lily! Lily Chavalit!" Lily kembali mengulurkan tangannya. Reza masih melongo dengan mata penuh cairan bening. Beberapa bagian menggenang di pelupuk mata, dan sebagian menjelma menjadi butir-butir yang seakan mengkristal di ujung bulu mata. Perempuan itu menggerakkan telapak tangannya di depan wajah Reza, sehingga membuatnya kembali tersadar. Reza langsung menghapus air matanya, lalu mengusap wajah kasar. Dia kembali menatap lembut perempuan yang kini duduk di hadapannya. Lily sangat mirip dengan Olga, mendiang sang istri. Waj

