Kaki Reza mendadak lemas. Dia hampir saja kehilangan keseimbangan jika saja Anton tidak menopang tubuh lelaki tersebut. Setelah mengatakan hal itu, sang perawat langsung berlari keluar dari ruangan karena ada panggilan darurat lain. "Pak, ayo kita cek dulu ke sana. Siapa tahu perawat itu salah memberikan informasi." "Kamu benar, Ton! Ayo kita langsung pergi ke sana!" Reza berusaha kembali mengumpulkan kekuatan. Dia dan Anton setengah berlari menuju kamar jenazah. Jam sibuk rumah sakit membuat lorong-lorong di tempat itu padat dengan pejuang kesembuhan. Reza beberapa kali menabrak bahu pengunjung lain karena tidak memperhatikan langkah. Langkahnya terasa ringan seakan tidak menapak ke atas lantai. Ketika sampai di depan pintu ruang jenazah, Reza mendapati Kurnia sedang menangis di sana

