Bab 20. Surat Kontrak

1016 Words

"Pak, bukankah Anda seharusnya melaporkan balik karena pencemaran nama baik? Kenapa malah menuntut atas kasus penculikan saya?" Livia mengerutkan dahi ketika mendengar pernyataan Reza. "I-itu ...." Reza menggantung ucapannya di udara. Di bawah tatapan tajam Livia, Reza menggenggam erat ujung bajunya. Alisnya terlipat, dan bola matanya bergerak cepat ke segala arah, seolah-olah berusaha menghindar dari kontak mata. Dia menarik napas dalam, mengembuskan dengan perlahan, mencoba menenangkan diri. "Jadi, begini, Livia ...." Gumam Reza sambil melirik ke samping, berharap mendapatkan ide brilian yang bisa menyelamatkannya dari situasi ini. Seakan ada lampu menyala dalam kepala Reza. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang muncul untuk menjawab pertanyaan Livia. Reza terlalu gengsi untuk mengungkapka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD