Bab 40. Satu Kubu

1089 Words

Kurnia, Anton, dan Reza kini duduk melingkari meja. Pelayan pun menyajikan teh serta beberapa kudapan manis. Kurnia mengangkat cangkirnya, lantas mulai menyesap cairan coklat bening di dalamnya. "Mengonsumsi kafein dari teh memang bisa menenangkan hati." Kurnia kembali meletakkan cangkirnya ke atas meja. "Sebelumnya saya ingin menanyakan sesuatu pada Anda, Bu." Tatapan Reza terlihat begitu serius. "Silakan." Kurnia menegakkan punggung dan memberikan perhatian penuh pada Reza. "Saya dengar dari Sandra, Livia akan dijodohkan dengan salah seorang putra dari kolega Anda. Benar begitu?" Kurnia mengerutkan dan mulai menyandarkan punggung pada kepala kursi. Tak lama kemudian bahu perempuan itu bergetar. Dia juga menggunakan satu telapak tangannya untuk menutup mulut. Sebuah tawa renyah kini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD