Reza akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan ruang sidang. Ketika baru saja keluar dari ruangan itu, dia mendengar namanya dipanggil. Ketika menoleh, Reza melihat Steven tengah berlari kecil ke arahnya. Reza pun tersenyum miring. Dia memutuskan untuk menanti Steven datang menyapa. Ketika sudah sampai di hadapan Reza, tiba-tiba Steven menunduk penuh hormat. "Maafkan saya, Pak Reza." Lelaki bermata sipit itu terus menunduk sampai akhirnya Reza membalas permintaan maafnya. "Kalau saja maaf bisa menyelesaikan semua masalah, untuk apa aku mendatangi persidangan. Ah, tapi aku lupa!" Reza tersenyum lebar kemudian menepuk bahu Steven. "Memang aku tidak berhak mengucapkan maaf, sih! Karena aku ada di pihak yang benar. Begini saja ...." Reza melipat lengan di depan d**a kemudian membungkuk sed

