bc

W I M (Indonesia)

book_age18+
162
FOLLOW
1K
READ
others
family
student
drama
bxg
bxb
transgender
city
sex club
like
intro-logo
Blurb

Entah suatu ujian ataukah sebuah kutukan, segala yang ada dalam hidupku tidak pada yang semestinya.

Siapa yang bisa disalahkan? Entahlah.

Sampai akhirnya, meski berat ku akui, begitu kenikmatan terlarang itu ku rasakan membuaiku hanyut didalamnya, hingga kalimat 'Yang semestinya tidak' bagai anugrah indah bagiku.

Berbicara mengenai masa depan? tunggu dulu kawan, untuk menjalani hari esok saja aku harus menyiapkan MENTAL SEKUAT BAJA!

Inilah kisah hidupku ~ Viandra Abisatya.

WIM ~ Woman Inside Man "Wanita didalam diri pria"

________

Note: dalam cerita ini mengandung hal tabu.

100% Original story

By : Nickolas_Rahardian

> Kisah kehidupan

> POV 1

chap-preview
Free preview
Chapter 1
Sinar mentari pagi menembus masuk kedalam ruang kamar melalui celah-celah kecil jendela, disertai bising suara alarm dari meja, sungguh sangat memekakkan telinga. Sejenak-ku meraihnya berharap waktu tidurku masih panjang, apalah daya sebuah waktu tidak bisa aku putar semaunya. Seumpama jalan hidupku ini, yang tidak bisa sama selayaknya manusia pada umumnya. Semilir angin yang berhembus ringan terasa sejuk dalam pikiran, kicauan burung-burung dari arah kejauhan menambah kesan tersendiri dalam angan. Waktu kian cepat berlalu, segeraku melanjutkan aktifitas yang terasa sangat membosankan bagiku. Ku raih handuk dari ujung ruang kamarku, kuberlalu menuju ke kamar mandiku. Tapi, ku hentikan lagi langkah ini, saatku melihat bayanganku sendiri di kaca cermin. Rasa benci itu kembali menerpa pikiranku saat-ku melihat tubuh molek-ku didalam kaca itu. Kau tau apa alasannya kawan? Karena tubuhku bukanlah diriku. Mungkin ... sebagian orang menilai tidak mungkin, jikapun mungkin hanya ada 1001 orang yang mengalami seperti yang aku alami ini. Kau tau kenapa? Karena semua ini tidak bisa dikonsumsi oleh banyak individu. Seringkali aku mendengar kata-kata yang sering orang ucapkan tentangku, mereka kagum atas paras cantik yang aku miliki ini karena nyaris dibilang sempurna menjadi kaum hawa, tetapi kalimat itu membuat bulu kudukku merinding. Kenapa bisa? Karena sejatinya aku bukanlah wanita, kawan! Woow ... ! Ya, aku adalah seorang pria, tapi beginilah adanya, segala hal yang ada didalam hidupku memaksaku untuk hidup menjadi bukan diriku yang sebenarnya. Kalian pasti berpikir bahwa aku Transgender? Atau mungkin seorang banci? aku katakan dengan lantang. Tidak! Bukan kawan, aku bukanlah seperti yang kalian pikirkan, aku benar-benar seorang pria asli. Tunggulah, akan segera ku perjelas lagi. __ Kalian pasti sering mendengar cerita tentang orang yang merasa salah tubuh bukan? Istilah seorang lelaki tapi merasa dirinya perempuan?Semua yang aku alami ini tidak seperti itu, kawan! Lalu apa? Yang sudah aku katakan tadi, mungkin hanya 1001 orang mengalami seperti yang ku alami, Atau mungkin tidak ada di dunia ini. Baiklah, akan ku perkenalkan diriku terlebih dahulu. Aku bernama asli Viandra Abisatya, ayahku bernama Abisatya sementara ibuku bernama Ziana. Aku dulu memiliki saudara kembar bernama Viviana Abisatya. Dan ... inilah titik terang awal mula kenapa aku sekarang menjadi seperti ini. Baiklah kawan, kejadian itu sudah sangat lama, aku akan coba menggali memori ingatanku terlebih dahulu. . . . . . . . Yap. Baiklah, sekarang aku akan mulakan cerita panjang dan lebar. Aku dengar dan melihat sendiri dengan mata kepalaku, kalau sebenarnya kedua orangtua ku tuh cuma menginginkan anak perempuan aja. Aku gak tau apa yang mereka pikirkan sampai mereka punya pikiran seperti itu. Meski begitu, nyatanya Tuhan telah menciptakan kami berdua hingga terlahirlah kami saudara kembar identik-berbeda gender. Terlihat jelas perbedaan kasih sayang yang mereka berikan antara Aku dan saudariku itu, apalagi aku anak laki-laki pastinya selalu terkena imbas kalau ada masalah kecil yang menyangkut saudari ku itu. Aku sangat ingat, dulu aku selalu dikucilkan oleh orangtuaku, adikku selalu dibelikan mainan boneka barbie-barbie-an sementara aku hanya ingin dibelikan robot dan mobil-mobilan yang masih trend pada jaman itu, samasekali tidak dibelikan oleh mereka. Tentu saja aku sempat marah lah ... karena wajar saja waktu itu aku masih anak kecil yang ingin seperti adikku bisa memiliki mainan. Tapi, sekeras dan sebesar apapun harapan dan keinginanku, aku harus tetap mengalah dan diam. Lagipula kalau aku ngotot pun pasti kena' marah sama orangtuaku. Boro-boro ngotot? ngomong salah dikit aja aku langsung di gampar. Miris! __ Kami dulu masih tinggal satu atap bersama dengan kakek dan nenek, di daerah pedesaan tepatnya di pulau sumatra paling pinggir sebut saja Propinsi Lampung. Orangtua kami belum memiliki rumah sendiri jadi wajar aja masih tinggal sama kakek dan nenek. Kedua orangtuaku sesama anak tunggal. Jadinya aku gak punya om maupun tante. Entahlah, untuk kronologi detile lengkap tentang keluarga aku kurang memahaminya karena aku aja gak pernah dapat informasi itu dari orangtuaku. Kakek dan nenek sangat sayang kepadaku dan Viviana, mereka enggak membedakan kasih sayang pada kami seperti orangtua kami. Mereka lah tumpuanku untuk berlindung saat aku sedang dimarahi oleh Ayah maupun ibuku. Tetapi sayang seribu sayang, kasih sayang dari mereka terasa sangat singkat bagiku, karena tepat di umurku 7 tahun mereka berdua meninggal dunia disebabkan oleh penyakit yang mereka derita. Keluarga kami tidak sanggup membiyayai pengobatan selama mereka sakit sehingga membiarkan penyakit itu menggerogoti tubuh nenek dan kakekku. Aku sangat sedih karena tidak ada lagi tempatku mengadu setiap kali orangtuaku sedang memarahiku. Tapi mau gimana lagi, kini aku harus menerima kenyataan kalau aku bukanlah anak yang mereka inginkan melainkan hanya saudariku saja. Meski aku diberlakukan begitu, dulunya tak tahu-menahu alias gak paham, karena yang ku tau hanyalah bermain, istilah di pukul aku nangis kalau enggak di pukul ya enggak. _____ Pada Suatu ketika, di siang hari hujan turun sangat deras, udah menjadi kebiasaanku suka main hujan-hujanan. Saat aku mau keluar pintu rumah, tiba-tiba Viviana memanggilku. "Kakak aku ikut ..." Pinta dia dengan manjanya. Aku menolehnya kemudian berkata, "Jangan dik, nanti kamu bisa sakit," Aku tau daya tahan tubuh adikku tidak sekuat aku. Lagipula tidak akan diberikan izin oleh orangtuaku bila tau Viviana akan bermain denganku. "Pokoknya aku ikut kakak! pokoknya aku ikuutt!" Adikku terus merengek, tak mau mendengar kata-kataku, bahkan dia juga udah menangis. Aku tidak langsung menjawabnya, malahan dia langsung mendekat padaku, lalu mencengkram lenganku. "Aku ikut kakak, pokoknya ikut kakak main!" terus-menerus merengek. "Lepasin tanganku dik, nanti kamu sakit kalo kena air hujan. Sudah kamu masuk lagi ke dalam aja sana, nanti bajumu basah!" Jawabku sembari melepaskan tangan adikku, lalu aku sedikit mendorongnya supaya dia masuk ke dalam. Tapi, tak sengaja aku kebablasan mendorongnya sampai adikku jatuh ke lantai. Braak! "Kakak ... Hiks, hiks, hiks," Adikku semakin menangis histeris, penyebabnya bukan karena dia jatuh abis ku dorong, melainkan dia masih ngotot ingin ikut denganku. Tangisan dia terlalu kencang sampai terdengar telinga orangtuaku dari dalam. Akhirnya ayahku datang langsung meraih tangan adikku. "Apa yang kau lakukan dasar anak tak berguna! Kalau mau pergi ya pergi saja jangan kau mengajak adikmu. Kau tau dia gampang sakit, dan apa kau tau biaya pengobatan itu tidak murah, paham!" Ayahku menggertak ku, mata dia melotot sangat mengerikan! Aku terdiam seribu bahasa hanya bisa menunduk tak mampu melihat mata ayahku lebih lama, bahkan aku ingin sekali menjelaskan kalau Viviana-lah yang ingin ikut denganku, bukan aku yang mengajaknya. Tapi semua itu tidak bisa aku jelaskan didepan ayahku. Jujur aku sedih sekali, setiap kali aku dekat dengan adikku orangtuaku malah seakan-akan jijik jika adikku sendiri bersama denganku. Sangat miris bukan? so ... aku ini kakak kandungnya loh? tapi mau gimana lagi? beginilah adanya. Ada aja celah yang membuatku selalu di bentak oleh mereka walaupun itu hanyalah masalah sekecil biji Angkhak.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kali kedua

read
221.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.2K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.6K
bc

TERNODA

read
201.3K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.2K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook