Eca masih dalam mode diam dengan secangkir frappucino hangat didepannya membuat Devan bingung sendiri harus melakukan apa agar gadis itu mau bicara. “Ecaa udah dong, lo kenapa jadi diam gini? Cemburu sama Karin?” tanya Devan. Eca menggeleng “Gue bukan tipe orang yang cemburuan!” sewot Eca. Devan mengacak-acak rambutnya gemas dengan sikap Eca. Kenapa ia jadi manusia yang irit bicara sekarang? Gue gak cemburu Van, cuma sebel kenapa lo diam aja waktu Karin cium pipi lo!! “Oke deh..” Devan memperbaiki posisinya “Gue minta maaf karena gak ngasih tau lo soal tanggal lahir gue, lagian gue juga gak pernah rayain ulang tahun gue. Baru ini itupun Karin yang rayain.” “Gue gak peduli Van!!” sungut Eca. Devan merapatkan bibirnya, ia tidak berani berbicara jika Eca sudah begini. “Lo mau apa? Gue

