“Mas Arhan, kamu serius?” Alya meragu. Mana mungkin ada suami yang mau mengantar istrinya kembali ke mantan kekasih. “Aku serius. Kalau kamu mau, aku bakal temani kamu di Amerika sampai benar-benar bertemu Reyhan. Setelah itu, kita cerai” “Cerai???” Alya terkejut. “Ya, cerai. Kita berpisah, Alya. Aku nggak mau melihat kamu terus-terusan begini. Aku mau lihat kamu bahagia.” Tatapan teduh tersirat dari sinar bola mata Arhan. Nampak berkaca-kaca diselingi senyuman hambar. Alya tertunduk sejenak. Sungguh pilihan yang berat baginya. Dia sendiri tidak tahu harus bagaimana. Tawaran pergi bersama ke Amerika adalah kesempatan baik untuk bertemu Reyhan. Namun di sisi lain, ada kata cerai yang menghantui. “Mas Arhan, kalau kita cerai nanti ayah bagaimana?” tanya Alya raut wajah khawatir.

