Tak Akan Pernah Bisa Bersatu

1552 Words

“Reyhan … itu kamu ‘kan?” Alya mempertegas pandangan pada laki-laki yang sedang duduk menatapnya. Arhan tersenyum getir mendengar nama laki-laki lain terlontar dari mulut kecil sang istri. Dia menelan ludah dalam-dalam seraya menghela napas sesaat. Nama yang selalu disembunyikan dalam hati istrinya kini terungkap sudah. “Aku Arhan, bukan Reyhan,” jawab Arhan tetap tenang. Alya membuka mata lebar-lebar lalu melihat senyum teduh tertuju padanya. “Eh Mas Arhan, a-a-aku di mana?” kata Alya gugup. Seketika dia langsung salah tingkah. Tersadar dia salah ucap menyebut nama. “Kamu tadi pingsan, jadi aku larikan ke rumah sakit. Takut kamu kenapa-kenapa,” jelas Arhan pada istrinya. Alya tertunduk lesu merasa bersalah. Akibat tidak mau menuruti perkataan Arhan waktu itu, dia malah merepotkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD