bc

Istri Bayaran 4 Miliar

book_age18+
237
FOLLOW
1K
READ
billionaire
contract marriage
BE
HE
love after marriage
second chance
friends to lovers
arranged marriage
arrogant
badboy
stepfather
heir/heiress
blue collar
drama
tragedy
sweet
bxg
lighthearted
serious
kicking
city
secrets
like
intro-logo
Blurb

Elmira berada dalam keputusasaan ketika seorang pria asing tiba-tiba menawarkan pernikahan kontrak padanya. Seketika dilema melandanya karena pilihan terasa sulit. imbalan yang di tawarkan begitu menggiurkan, yaitu uang 4 miliar yang tak hanya cukup untuk biaya pengobatan sang nenek, tapi juga menjamin masa depannya. Sayangnya, trauma masa lalu membuat Elmira takut untuk menikah, apalagi pernikahan kontrak.

disisi lain, Malik Aryasatya, yang merupakan seorang CEO disebuah perusahaan besar, berusaha menyelamatkan reputasinya yang tengah di terpa rumor miring. Satu-satunya jalan yang bisa menyelamatkan reputasinya hanyalah menikah dengan seorang wanita. sayangnya, masalalu membuat ia trauma memiliki hubungan dengan wanita manapun apa lagi sebuah pernikahan.

namun karena tak adanya jalan, Malik terpaksa melakukan sebuah pernikahan kontrak dengan wanita yang dianggapnya cocok karena pernikahan ini juga menguntungkan bagi Elmira sang calon istri bayaran. ia rela membayar 4 miliar demi mengembalikan nama baiknya.

"Dilarang jatuh cinta." itu adalah larangan yang telah dibuat Malik untuk Elmira.

Akankah pernikahan kontrak berjalan dengan sesuai rencana? atau justru pada akhirnya pertauran satu persatu di langgar? dan siapakah yang lebih dulu melanggarnya? Elmira atau justru Malik sendiri yang telah membuat perturan itu?

chap-preview
Free preview
Bab 1
Elmira sedang berjalan di lobi rumah sakit ketika ia membuka dompetnya yang kosong. Dua tahun sudah berlalu sejak Neneknya di bawa ke rumah sakit Permata Hospital karena mengalami sakit jantung. Berbagai pekerjaan sudah ia lakoni demi bisa membayar biaya rumah sakit tersebut. Namun tak satupun ada pekerjaan memiliki gaji yang cukup untuk hidupnya. Tapi tidak apa. Meskipun Elmira hanya bisa makan nasi sesendok setiap hari dengan lauk tempe atau garam, ia tidak keberatan. Setidaknya ia bisa melihat neneknya mendapat penanganan yang baik. Kedua orang tuanya meninggal sejak ia masih kecil, sehingga yang ia punya sekarang hanyalah nenek satu-satunya. Elmira tak punya sanak saudar yang bisa ia mintai tolong jadi ia hanya menanggung semuanya sendiri. Rumah satu-satunya yang ia miliki terpaksa ia gadaikan untuk tambahan biaya. Ia hanya bisa menumpang tidur di rumah sakit untuk saat ini. Tapi dalam hati sudah berjanji akan menebusnya suatu saat jika ia sang Nenek sudah sembuh. Dan hari ini ia lapar. Sama sekali belum makan. Jika dia mau, dia harus mencari pekerjaan lain untuk makannya pagi ini. Jadi Elmira berbalik, berniat mencari kerjaan yang layak. Tapi belum sempat ia melangkah, seorang pria berpakaian hitam dengan masker dan topi menabraknya. Tidak terlalu keras. Tapi badan kecil Elmira hampir terhuyung karena tubuh pria itu. Untungnya pria asing yang tak dikenal itu memiliki reflek yang bagus sehingga mampu menahan tubuh Elmira agar tidak jatuh. "Maaf." Ucap pria itu. Elmira hanya mengangguk dengan tatapan bingung. Namun takut untuk bertanya lebih jauh jadi dia tidak akan bertanya. "Nggak apa-apa." Ucapnya. Ia hendak kembali melanjutkan perjalanan, namun pria itu menahan tangannya dan tanpa kata menyelipkan sesuatu ke dalam genggamannya. Elmira menatapnya dengan bingung. "Apa ini?" "Saya tahu kamu lagi butuh kerjaan. Kalau kamu bersedia kamu bisa datang ke alamat itu. Soal imbalan kamu jangan khawatir, tidak ada pekerjaan dengan gaji yang lebih besar dari itu. Kalau kamu tidak datang kamu akan menyesal." Jelas pria itu dengan nada suara yang serius dan terdengar meyakinkan. Elmira sangat penasaran. Ia membuka remasan kertas itu dan melihat sebuah alamat. "Restoran?" Gumamanya heran. Ia mengangkat kepalanya untuk menatap pria itu. "Apa saya bisa bekerja di—" Namun pria itu sudah menghilang entah kemana sehingga ucapannya terhenti. Kepalanya celingak celinguk mencari, tapi sosok yang dilihatnya barusan sudah tak terlihat di manapun. Aneh. Tapi Elmira penasaran dengan pekerjaan yang di maksud. Apakah jadi pelayan di restoran atau jadi tukang cuci piring atau apa? Ia kembali melirik alamat itu dengan tekad kuat di hatinya. **** Elmira menghentikan langkahnya ketika melihat restoran yang sama persis dengan yang tertulis di alamat. Ia berhenti sementara untuk mengamati restoran itu. Pikirannya berkecamuk karena tidak tahu siapa sebenarnya yang harus ia temui di dalam. Jangan-jangan pria tadi cuma iseng? Tiba-tiba tekad yang sebelumnya sudah bulat kini menguap karena keraguan tiba-tiba melandanya. Ia takut pria itu hanya menipunya. Atau cuma sekedar iseng semata untuk mengerjainya. Elmira berbalik dengan raut wajah lesu dan kecewa. Ia hendak melangkah meninggalkan tempat itu. Namun tiba-tiba perutnya berbunyi karena lapar. Ia pun berhenti mendadak dan kembali menoleh kearah restoran itu. Bintang lima. Pasti makannya enak-enak dan harganya mahal-mahal. Pikirnya. Setelah menyingkirkan keraguan, Elmira kembali berbalik sepenuhnya dan berjalan masuk kedalam restoran dengan langkah yang mantap. Setelah berjalan sejauh ini tidak mungkin ia harus kembali dengan tangan dan perut kosong. Mungkin saja pria itu benar-benar memberinya lowongan pekerjaan. Jadi ia bermaksud ingin bertanya pada salah satu pelayan disana untuk memastikan. "Permi—" "Nona Elmira?" Elmira berhenti dan menoleh pada seorang pria berjas rapi dan memakai kaca mata hitam didekatnya. Ia tidak yakin apakah pria yang terlihat kaya itu sedang bertanya padanya atau pendengarannya saja yang salah. Ia pun mengabaikannya. "Elmira?" Elmira kembali menoleh lagi. "Ya, apa Anda memanggil saya?" Tanyanya ragu. Pria itu berjalan mendekat. Lalu terhenti tepat beberapa langkah dari Elmira. Ia membuka kacamata hitamnya perlahan. Seketika Elmira dapat melihat wajah tampannya yang terlihat dewasa dan tegas. Seperti pria-pria pebisnis yang ada dalam koran-koran atau majalah harian. "Saya sudah menunggumu beberapa menit yang lalu, akhirnya kau datang juga. Ikut saya." Ucap pria itu, tegas, lalu berjalan duluan. Elmira mengernyit bingung. Namun tetap mengikuti karena merasa butuh kejelasan.kareja ia sama sekali tidak mengenal pria itu, tapi kenapa pria itu menunggunya? Ia sangat membutuhkan jawabannya. Pria duduk di salah satu meja dekat jendela. "Duduk." Ucapnya. Elmira hanya bisa menurut. Lalu tanpa basa basi pria itu memesankan makanan yang banyak hingga memenuhi meja. Lalu menyuruh Elmira memakan apapun yang ia suka dan sebanyak apapun yang ia mau. Tentu saja Elmira yang tengah kelaparan tak ada niatan untuk menolak sedikitpun. Ia makan dengan lahap tanpa memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Setelah Elmira kenyang, barulah pria itu menyodorkan sebuah Map kedepannya. Ketika membaca judulnya, Elmira tertegun. "PERJANJIAN PERNIKAHAN KONTRAK" "Apa ini?" "Saya membutuhkan seorang istri, tapi saya juga tidak ingin menyentuhnya, karena itu saya menawarkan pernikahan kontrak." Jelas pria itu tegas. Elmira menatap pria itu dengan mata membesar karena terkejut. "Menawarkan pernikahan kontrak? Saya saja tidak mengenal anda." "Kalau begitu, perkenalkan, nama saya Malik."

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
200.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
19.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.7K
bc

Kali kedua

read
219.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
79.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook