maya langsung menghempaskan tangan aidan dengan begitu saja,aidan pun sontak kaget dengan aksi gadis itu
"kak aidan jangan pegang tangan,maya malu"ucap maya
"siapa perduli Maya"ucap aidan emosickarna tanganya tiba tiba di tepis
"maaf maya cuman gak enak di liatin orang orang"ucap maya sambil tertunduk
"sudahlah"ucap aidan kesal langsung terduduk di kursi miliknya lalu membuka laptop yang ada di hadapannya
maya pun langsung berjalan ke sofa yang ada di sampingnya itu dengan perasaan yang penuh tanya mengapa pria itu tiba tiba marah padanya
"kak aidan"ucap maya ragu
"hm"jawab pria itu
"kak aidan punya hp?"tanya gadis itu masih dengan keraguannya takut aidan masih marah
"punya memangnya kenapa,lalu tau dari mana kamu benda itu!!"ucap aidan langsung menutup laptopnya
"walaupun maya tinggal di panti asuhan,maya dulu pernah sekolah,terus di sekolah maya punya temen nah temen maya bawa hp terus maya tanya tanya deh soal fungsinya terus maya selalu di ajak nonton YouTube tiap jam istirahat jadi maya tau deh fungsi hp sama kegunaannya,sebenarnya maya mau punya tapi maya gapunya uang hp itu pasti mahal"ucap maya sambil tersenyum ke arah aidan
"kamu mau hp?"tanya aidan
"mauuuu,tapi maya gapunya uang"ucap gadis itu tersenyum lalu menundukkan kepalanya
"nanti saya belikan!!ambil ini"ucap aidan sambil menyodorkan hpnya ke arah maya
"tidak usah kak idann,maya ga terlalu butuh kok"ucap maya sambil tersenyum lalu mengambil hp aidan
"wawwww bagus sekali ini ga seperti hp temen maya"ucap maya dengan mata berbinar
aidan tidak menjawab malah terus fokus pada pekerjaannya.
tanpa aidan sadari waktu telah berlalu dia sudah menyelesaikan pekerjaannya lalu menutup laptopnya dan aidan pun melirik ke arah maya tapi perempuan itu malah tertidur nyenyak dengan hp aidan di atas perutnya,aidan pun berjalan menghampiri gadis itu.
"cihhh menonton kartun ternyata"ucap aidan sambil mengambil hp dari atas perut gadis itu
tok,tok,tok..
dari arah luar terdengar seseorang sedang mengetuk pintu ruangannya,aidan pun langsung mempersilahkan masuk.
"masuk"
"permisi tuan 10 mnt lagi tuan akan melalukan meeting"ucap gadis yang aidan sebut sekertaris nya
aidan hanya melirik datar pada gadis yang sedang membenarkan rambutnya terus menerus karna memang gadis itu dari dulu sudah mencintai aidan namun aidan pura pura tidak tau karna pria itu tau bahwa gadis yang di hadapannya itu gadis licik dan aidan pun tau bahwa gadis itu sering keluar masuk club malam bersama pria yang berbeda beda
dan yang di maksud itu adalah gisel wanita licik yang selalu membuat aidan tergoda padanya namun tidak ada satu pun caranya yang mampu membuat pria itu tergoda padanya, gadis itupun langsung melirik ke arah sofa mengapa ada gadis lain yang di perbolehkan masuk ke ruangan aidan selain dirinya,pikirnya begitu tapi gisel hanya acuh dan hanya berpikir bahwa gadis itu adalah adik dari bosnya karna terlihat mungil sekali
"wahhh apakah dia adiknya tuan,lucu sekali kalo sedang tertidur"ucap gisel sambil tersenyum
"pergi gisel tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi"ucap aidan tegas mengusir gisel karna tidak mau gadis itu berlama lama di ruangannya
"tapi tuan"gisel kesal karna tiba tiba sekali aidan mengusirnya dia rasa dia tidak melakukan kesalahan
"saya bilang pergi"ucap aidan dengan nada tinggi
"baik tuan saya keluar sekarang permisi"pamit gisel langsung berlari keluar karna takutnya dia malah di amuk oleh aidan
kembali pada aidan yang sedang menatap maya yang sedang tertidur lelap pria itupun tersenyum karna dari tadi dia membuat keributan namun tidak mampu membangunkan gadis mungil itu
dan tanpa menunggu lama aidan langsung menggendong maya ke dalam kamar pribadinya dan pria itu pun langsung keluar dari ruangannya untuk melakukan meeting bersamanya rekan kerjanya
waktu terus berlalu maya pun terbangun dari tidurnya namun mendapati dirinya tidur di ruangan asing dan ia pun melihat kanan kiri tidak melihat siapapun di sana termasuk aidan
"maya di mana"gumam maya panik ketakutan dia pikir aidan sudah menjualnya
"kak aidannnnn"
"kak aidannn"maya teriak histeris
"tolonggggg"maya menangis histeris disana karena benar benar ketakutan sekujur tubuhnya di penuhi keringat dingin
dan untungnya aidan baru saja sampai di ruangan itu niat nya ingin membangunkan maya dan mengajaknya pulang namun dia panik mendengar gadis itu teriak histeris dan tanpa menunggu lama lama aidan langsung berlari masuk menghampiri maya
"ada apa!!apa yang terjadi"ucap aidan langsung memeluk gadis itu
"huwaaaaa kakak ninggalin mayaa hikss,hikss"ucap maya terus menangis dalam pelukan pria itu
"saya tidak meninggalkanmu maya,saya pergi untuk meeting bersama rekan kerja saya,lantas ingin meninggalkan kemana saya ini!!"ucap aidan sedikit kesal
"maya pikir kak aidan ninggalin maya hiks"ucap maya sambil sesegukan
"sudahlah jangan menangis lagi,ayo sekarang kita pulang"ucap aidan
"Maya dimana!?"tanya maya
"di kamar saya"ucap aidan lagi
"bagus sekali maya suka kasurnya embuk"ucap maya sambil tersenyum ke arah pria itu
"tapi kamu gabisa tinggal disini terus maya kita harus pulang sudah hampir jam 8 malam"balas aidan
"yaudah deh ayoo"ucap maya bangkit dengan wajah tidak bisa di kondisikan kesal tapi mau bagaimana lagi dia hanya menumpang
"sudah besok ikut saya lagi kesini"ucap aidan sambil menggandeng tangan maya
"benarkah!!maya boleh ikut kembali kesini"ucap maya dengan mata yang berbinar
"boleh,sudah ayo"ucap aidan keluar dari ruangannya dengan tangan masih menggandeng maya
maya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu karna besok dia akan datang lagi ke tempat ini dia berpikir akan terus berbaring di sana saja,mungkin sudah merasa nyaman dengan kasurnya
sebelum mereka memasuki mobil aidan terlihat gadis cantik menghampiri mereka sambil memanggil manggil aidan
"pak"
"pak"teriak gadis itu
"kak aidan itu ada panggil"ucap maya sambil menunjuk gisel
benar sekali orang yang di maksud adalah gisel dia tiba tiba sekali menghampiri kedua orang itu.
"ada perlu apa!!ini di luar jam kerja,saya harus segera pulang"ucap aidan dengan wajah datar tanpa melihat ke lawan bicaranya
"tuan apakah saya bisa ikut bersama tuan!?"tanya gisel dengan wajah di imut imutkan
"tidak bisa!!saya buru buru"ucap aidan cepat
"tapi tuan kita searah jadi bisa tidak saya menumpang bersama tuan"ucap gisel memohon
"sudahlah kak bareng saja kasihan kakak ini tidak punya tumpangan lagian ini sudah malam"ucap maya tiba tiba
gisel tersenyum penuh kemenangan karna dia pikir misinya akan sangat berhasil
aidan melirik tajam pada gadis itu karna tau ini hanya akal akalan busuknya,jika saja bukan maya yang mengizinkan dan jika tidak ada maya mungkin ia akan langsung pergi dari hadapan wanita licik itu
"masuk"ucap aidan langsung masuk ke dalam mobil nya
gisel pun tersenyum penuh kemenangan dia pun langsung memasuki mobil aidan dan duduk di samping pemuda itu,lalu di ikuti oleh maya di belakangnya
aidann menjadi emosi mengapa bukan maya yang berada di sampingnya malah wanita licik itu
"maya kenapa kamu duduk di sana keluar!!duduk di samping saya"ucap aidan dengan nada tinggi
maya pun kaget dengan bentakan itu tapi kan ada gisel di samping aidan mana mungkin dia berani mengusir wanita itu
gisel tau arti pembicaraan aidan langsung mengubah wajahnya dengan wajah kesal namun ingin memberontak pun tidak mungkin karna yang ada aidan malah mengamuk padanya
"tapikan ada kakak itu bagaimana sii kak aidan"ucap maya polos sambil menunjuk gisel
"pindah maya atau saya seret kamu!!"ucap aidan emosi
"sudah tidak apa apa adik manis biar kak gisel aja yang pindah kamu pindah kesini"ucap gisel pura pura memperbolehkan padahal dalam hatinya dia sedang kesal setengah mati
"baiklah terimakasih dan maaf ya kak"ucap maya malah tidak enak hati gadis itu
maya dan gisel pun berpindah tempat dan sepanjang perjalanan menuju rumahnya gisel terus memaki dalam hati karna kesal tidak jadi gadis itu duduk di samping aidan