bab 5

1324 Words
keesokan paginya terlihat orang orang sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing maya yang tidak jadi ikut ke kantor aidan karna pria itu tiba tiba harus pergi keluar kota karna kepentingan mendadak "huhh kak aidan tidak di rumah terus maya bagaimana"ucap maya dengan menghembuskan nafasnya gadis itu merasa sendirian disana karna dari tadi ia hanya mengelilingi area mansion dan di saat sedang berkeliling gadis itu tidak sengaja melihat tanaman bunga yang sangat indah,maya bilang ini adalah surga bunga "wawww lucu sekali bunganya,tapi ini punya siapa apa mungkin punya kak aidan!?"gumam maya lalu menghirup salah satu bunga mawar disana "kak aidan mungkin suka tanam tanam bunga" "apa aku urus aja yaa taman bunga ini kasihan kalo tidak ada yang urus!!" maya terus melihat lihat bunga itu bahkan sampai matahari terbenam pun ia masih sentantiasa melihat lihat taman bunga tersebut dan tanpa gadis itu sadari di dalam mansion semua heboh karna gadis itu menghilang begitu saja "aduhh bagaimana ini dimana nona,kalo tuan tahu pasti dia marah besar!!"gumam bunga dengan terus mondar mandir mencari gadis tuannya itu "apa akuu cari ke taman bunga belakang mansion yaa!!" "iyaa benar aku harus cari kesana!!"bunga langsung berlari secepat kilat untuk menghampiri maya bunga langsung mengatur nafasnya sesampainya di area taman dia terus melihat kesana kemari mencari maya karna berhubung taman itu terlalu luas dan setelah mondar mandir kesana kemari bunga mendapati maya sedang menanam bunga yang baru tumbuh untuk di tanam lagi olehnya "untungnyaa"bunga lega langsung menghampiri gadis itu "nona ayo kita masuk ke dalam saya sudah mencari nona kesana kemari tetapi tidak ada rupanya sedang ada disini"ucap bunga "kak bunga maaf maya ga izin dulu tapi maya lihat taman bunga ini indah berhubung maya bosan sendirian jadi maya kesini deh maaf yaa"ucap gadis itu sambil berdiri menghampiri bunga "tidak apa apa nona,tapi lain kali jika ingin kemana mana ajak saya atau izin dulu,biar saya tidak pusing mencari nona"balas bunga "baiklah maaf"ucap maya langsung berjalan masuk ke dalam mansion dan setelah sampai di ruang keluarga dari arah meja terdengar suara telepon rumah berbunyi bunga langsung menghampiri telepon itu lalu mengangkatnya "hallo ini siapa!?"tanya bunga "bunga apakah gadis itu bersamamu!!"tanya aidan dari sebrang sana karna yang telepon adalah pria itu mungkin ingin menanyakan kabar gadis itu "iya tuan,nona maya bersama saya"ucap bunga "berikan padanya"ucap aidan "baik tuan,tunggu sebentar"ucap bunga "nona, tuan muda ingin berbicara"ucap bunga sambil menyodorkan telepon itu pada maya "kak aidan apa ini kakak!!kapan pulang maya bosan sekali di rumah ini"ucap maya sambil tersenyum bahagia karna aidan yang menanyakan dirinya entah karna apa mungkin gadis itu merasa sendirian "besok lusa saya akan pulang jadi jangan jadi gadis nakal maniss!!"ucap aidan sambil senyum senyum sendiri "baiklah"balas maya lesu "sudahlah sekarang kamu makan minta bunga menyiapkan makanannya"ucap aidan "iya kak yasudah kalo begitu maya kasih ka bunga lagi yaa"ucap maya Maya pun langsung menyodorkan telepon nya pada bunga lalu gadis itu pergi ke sofa ruang tamu untuk membaringkan badannya,lelah sekali pikirnya "bunga buatkan maya makanan sekarang saya ingin gadis itu tertidur karena kenyang bukan terbangun karena lapar"ucap aidan tegas "baik tuan"ucap bunga tanpa mengucap apapun lagi aidan langsung mematikan telepon nya secara sepihak dan itu sukses membuat bunga kesal namun mau bagaimana lagi kalo nanti di bantah dia akan mengamuk "nona sebentar saya siapkan makanan dulu ya"ucap bunga yang menghampiri maya sambil menunduk hormat "terimakasih kak bunga,disini maya berasa jadi nyonya"ucap maya sambil tertawa ke arah bunga "nona bisa saja,yasudah saya pamit dulu permisi!!"ucap bunga lalu pergi ke arah dapur maya sudah menunggu terlalu lama tanpa ia sadari matanya menutup dengan sendirinya karna gadis itu benar benar lelah sekali untuk hari ini karna sudah menghabiskan waktunya di taman dengan bekerja dan setelah bunga menyiapkan makanan gadis itu ia mendapati maya sudah tertidur dengan pulas di sofa bunga berpikir apa dia harus membangunkan gadis itu,tetapi ia takut maya baru saja memejamkan matanya tetapi kalo tidak nanti takutnya maya kelaparan jadi dengan terpaksa ia menghampiri gadis itu dan langsung membangunkannya "nona maaf,makanannya sudah siap mari saya antar makan"ucap bunga sambil membangunkan maya dan bersyukur nya dia maya langsung terbangun tanpa harus membangunkan gadis itu terus menerus "baiklah kak bunga sebentar,maaf maya ketiduran"ucap maya langsung berdiri dan berjalan ke arah meja makan "tidak masalah nona"ucap bunga sambil tersenyum maya langsung memakan makanan yang di siapkan oleh para maid di sana terlihat gadis itu seperti baru melihat makanan saja karna porsinya yang banyak,efek kelelahan memang seperti itu selesai makanpun Maya langsung berpamitan pada bunga dan berjalan ke arah tangga karna gadis itu benar benar sangat mengantuk dan lelah pagi pun tiba,tetapi gadis itu masing tertidur dengan nyamannya di kasur empuk miliknya lebih tepatnya milik aidan wk "huammmmmmm"maya sudah bangun lalu menguap dan merenggangkan otot ototnya yang terlalu pegal "badan maya rasa nya sakit semua"gumam maya gadis itu langsung berdiri dan berjalan kearah pintu kamar mandi dan setelah bersiap siap gadis itu langsung pergi ke bawah untuk sarapan pagi,tapi kali ini beda sarapan nya sendiri tanpa ada orang di samping nya yaitu aidan setelah sarapan habis maya langsung menghampiri televisi di ruang keluarga dan langsung menghidupkan tv untuk melihat kartun upin ipin saat maya sedang asik tiba-tiba seorang wanita dan pria paruh baya menghampiri nya belum terlalu muda dan juga belum terlalu tua namun maya melihat mereka menggunakan barang barang yang mewah wanita itu langsung menghampiri gadis itu "kamu siapa cantik!!mengapa berada di mansion putra kami dimana anak nakal itu"ucap wanita paruh baya iya benar keduanya adalah orangtua aidan wiratama dan istrinya yang bernama dewi,maya yang terkejut pun langsung paham bahwa yang ada di sampingnya itu adalah orangtua pria itu "maaf maya pikir tante dan om bukan orangtua nya kak aidan maya minta maaf sudah lancang berada disini tapi kak aidan yang bawa maya"ucap maya langsung menundukkan kepalanya dan menatap wanita itu dengan wajahnya cantiknya "tidak perlu minta maaf nak,om dan tante kesini mencari aidan karena anak nakal itu sudah tidak pernah lagi berkunjung ke mansion kami jadi kami langsung saja datang ke mansion nya untuk menanyakan pada anak nakal itu kenapa tidak lagi berkunjung ke mansion"ucap wanita itu lembut "sudahlah mih mungkin aidan cape lagian anak itu tidak datang terakhir minggu kemarin"ucap laki laki paruh baya yang di sebut papahnya aidan "papi diamm mami mau tau anak itu kemana"ucap wanita itu dengan tatapan tajam mengarah pada suaminya perlakuan istrinya itu sontak membuat nyali nya menciut dan Maya hanya bisa tersenyum canggung melihat interaksi keduanya karna gadis itu tidak tau harus berbuat apa sekarang "kak aidan sedang ada di luar kota tante"ucap maya tiba-tiba "anak nakal itu benar benar membuat mami nya kesal awas saja mami akan hukum dia"ucap wanita itu kesal pada anaknya "lalu kamu siapa nak!! apakah kamu kekasih anak saya?"tanya wanita itu pada maya "bukan tante,maya tidak tau maya siapa,tapi kak aidan sudah menolong maya biar terlepas dari preman yang menyuruh maya buka baju"ucap gadis itu dengan polosnya dan sontak membuat wanita itu kaget mengapa bisa begitu dan gadis itu kenapa terlalu jujur polos sekali gadis di hadapannya ini pikirnya begitu "kasihan sekali kamu nak,kamu pasti ketakutan waktu itu"ucap wanita itu yang langsung memeluk maya seperti seorang ibu pada anaknya "jadi gini ya rasanya pelukan seorang ibu"maya spontan berbicara seperti itu dan tanpa sadar wanita yang memeluk nya pun mendengar itu semua "nak dimana orangtuamu"tanya wanita itu "maya tidak tau tante kata ibu panti maya di titipkan oleh paman dan bibi maya"balas maya langsung tertunduk karek sedih melihat dirinya sendiri tidak tau keberadaan orangtuanya itu "YaAllah nak malang sekali nasibmu,tidak apa apa anggap saja saya ibu kamu panggil saya mami!!"ucap wanita itu masih setia memeluk gadis itu "apakah boleh seperti itu tante"tanya maya ragu "boleh dong sayang siapa yang melarangmu"ucap wanita itu tersenyum "terimakasih kasih m-mami dan om"ucap maya melirik pada suami istri yang ada di hadapannya secara bergantian "loh kok om papi dong masa sama mami panggil mami sama papi panggil om"ucap pria itu sambil tersenyum "ahh iya maaf papi"ucap maya sambil tersenyum bahagia karna baru kali ini gadis itu bisa mendapatkan kasih sayang kedua orang tua walaupun itu bukan dari orangtua kandungnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD