bab 8

1100 Words
waktu pun berlalu para maid sedang menyiapkan sarapan untuk majikannya dan tanpa menunggu lama lagi aidan, Maya dan orang tua pria itu langsung pergi ke meja makan "aidan mami dan papi akan pulang sekarang dan tidak menginap lagi"ucap mami nya sebelum makan di mulai "kenapa!?"tanya pria itu "papi mu memaksa mami untuk pulang sekarang karna katanya kantor papi jauh dari sini"ucap mami nya dengan melirik malas sang suami "itu memang fakta nya mi kantor papi dengan rumah aidan memakan waktu 2 jam sedangkan besok papi akan meeting bersama orang penting dari luar negeri"ucap pria itu "sudahlah papi diam!!"ucap dewi karna memang wanita itu rasanya masih betah tinggal disini apalagi sekarang ada gadis cantik di depannya "yang papi bilang itu benar mami kantor papi dengan rumah aidan sangat jauh membutuhkan waktu lama untuk sampai ke sana"ucap aidan "iyaaa iyaa mami mengerti"ucap dewi pasrah sarapan pun di mulai tidak ada percakapan disana karna memang keluarga aidan membenci orang yang ketika sedang makan mereka malah bicara itu sangat tidak sopan!! sarapan pun selesai Maya dan aidan sedang mengantarkan mami dan papinya ke depan pintu "sayang kamu sering sering datang ke rumah mami yaa"ucap dewi pada maya sambil tersenyum "ahh iya mami nanti maya ajak kak aidan untuk anter maya ke rumah mami"ucap maya sambil tersenyum "aidann cepat menikah lah dengan maya mami ingin maya segera menjadi mantu mami,sebelum mami jadikan maya putri mami dan maya tidak akan bisa menikah denganmuu!!"ucap demi sambil melirik tajam ke arah putra nya "iya"aidan yang malas pun mendengar maminya yang bawel itu hanya membalas singkat Mereka pun langsung berpamitan kepada aidan dan maya lalu mereka pun memasuki mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah aidan "kamu mau ikut saya ke kantor?"ucap aidan sambil melirik ke arah maya "mauuu!!maya sangat bosan disini"ucap maya sambil tersenyum manis "masuklah."ucap aidan sambil membukakan pintu untuk maya setelah keduanya memasuki mobil aidan pun langsung melajukan mobil nya keluar dari gerbang. dan setelah sesampainya di perusahaan seperti biasa para karyawan di sana langsung menyambut aidan dengan hormat dan mereka masih melihat bahwa maya adalah adiknya aidan yang selama ini bersekolah di luar negri, karna sejauh ini mereka memang belum pernah melihat adik nya aidan karna gadis itu memprivat dirinya sendiri karna dia tidak mau di dekati hanya karna keluarga dari wiratama aidan langsung membawa maya memasuki ruangannya lalu mempersilahkan untuk maya duduk di sofa miliknya baru saja aidan mendudukkan bokongnya di kursi miliknya sudah terdengar ketokan pintu dari arah luar tok,tok,tokk! "masuk"teriak aidan dari dalam dan orang yang mengetuk pintu pun langsung memasuki ruangan aidan dan mengunci pintu dari dalam orang itu adalah akmal sahabat aidan yang baru pulang dari london. mereka memang selalu mengunci pintu dari dalam jika berbicara karna jika mereka sudah berkumpul berdua akan selalu ada hal penting yang kedua nya sampaikan,mereka selalu kesal jika senang mengobrol lalu di ganggu oleh orang lain "broo gue dateng"teriak akmal tidak tau malu karna dia pikir mereka hanya berdua di dalam ruangan tersebut lalu betapa terkejutnya ia mendapati seorang gadis cantik yang sedang menatapnya dengan senyuman canggung,lalu akmal pun membalas senyuman gadis itu karna sudah terlanjur malu "lo kenapa gak ngasih tau gue kalo disini ada orang lain selain kita."ucap akmal sambil menatap kesal ke arah sahabatnya "lo ga bilang tiba tiba teriak gajelas!!budeg kuping gue."ucap aidan dengan menatap tajam ke arah sahabatnya "dia siapa bro?"akmal bertanya aidan tidak menjawab dan hal itu sangat membuat dia kesal setengah mati tanpa menunggu lama akmal langsung mendekati maya "hai cantik!siapa namamu?"tanya akmal sambil tersenyum genit ke arah maya "maya kak"ucap maya sambil tersenyum ke arah akmal tapi ketika mereka berdua ingin mengulurkan tangan akmal langsung di lempari alat tulis oleh aidan dari arah depan. "berani lo sentuh dia!!mati di tangan gue"ucap aidan sambil berjalan ke arah maya dan menarik gadis itu ke belakangnya "sloww bro sloww gue gabakal sentuh dia"ucap akmal langsung sedikit menjauh "cihhh sudah punya cewe ternyata mana sekali dapet cewe langsung posesif mampuss!"ucap akmal sambil tersenyum remeh ke arah aidan "berani lo sama guee!!"ucap aidan dengan nada sedikit membentak "kak cukupp maya takutt!"ucap maya dengan tubuh gemetar aidan yang terkejut pun langsung membalikkan tubuhnya dan memeluk maya karna ia lupa di belakang nya ada gadis itu yang mendengar kemarahan dirinya "maaf maya saya tidak bermaksud membuatmu takutt!"ucap aidan dengan memeluk erat gadis itu "sudah jangan bucin terosss guee gamau jadi nyamuk kalian!!"ucap akmall geram dengan sahabatnya yang tiba tiba bucinnn mampus "maaf kak"ucap maya langsung melepaskan dirinya dari aidan aidan yang mengerti maya malu pun langsung tidak protes namun aidan malah menatap akmal,lalu di balas dengan mata naik turun menandakan akmal bertanya ada apa! "rahasiakan identitas maya gue gamau dia jadi bahan omongan mereka,bilang saja maya memang benar adik gue"ucap aidan pada sahabatnya "jadi tadi karyawan yang membahas lo bawa adik perempuan nya adalah maya"ucap akmal langsung tertawa mengejek ke arah sahabatnya "padahal dede gemes gue lagi sekolah di luar negrii!!"ucap akmal sambil tersenyum ke arah sahabatnya "udahh punya berapa perusahaan lo mau sama adik gue"ucap aidan sedikit becanda "jual ginjal gue buat bangun perusahaan"ucap akmal membalas candaan aidan mereka pun langsung tertawa terbahak bahak mendengar kelucuan diri mereka sendiri tetapi tidak dengan maya gadis itu hanya bengong saja karna tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka namun dia rasa dirinya sangat lapar sekali karna ini sudah menunjukkan waktu nya makan siang "kak,maya laper"celetuk gadis itu sambil tersenyum manis ke arah aidan lalu kedua pria itu pun menghentikan tawa nya dan langsung menatap ke arah gadis itu "ayo kita makan di restaurant terdekat disini"ucap aidan langsung gercep dan menggandeng tangan maya hendak keluar ruangan namun di hentikan akmal "kalian gak ngajak gue!?"ucap akmal sambil menunjuk dirinya sendiri sebelum aidan menjawab gadis itu malah langsung mengajak Akmal untuk makan bareng mereka "ayo kak kita makan bareng"ucap maya dan di balas senyuman kemenangan oleh akmal karna ia tau jika aidan yang menjawah pria itu akan langsung menolaknya aidan yang pasrah pun langsung membuka ruangan nya dan sebelum melangkah kan kaki nya keluar perusahaan terlihat gadis cantik menghampiri ketiga nya "tuan kalian akan pergi kemana!?"tanya gisel wanita yang menghampiri mereka adalah gisel wanita yang mengejar ngejar aidan "kita mau pergi makan kak gisel"ucap maya sambil tersenyum ke arah gadis itu "apa aku boleh ikut!?"tanya wanita itu gadis itu langsung melirik aidan dan akmal secara bergantian gadis itu bingung harus menjawab apa "karna gue sendiri disini jadi gue butuh lo sel buat temenin gue biar ga jadi nyamuk."ucap akmal tiba tiba dan di balas tatapan tajam aidan "nyamuk?maksudnya"ucap gisel bingung "ehh lupakan ayo lo ikut sama gue"ucap akmal "ahh iyaa ayo"ucap gisel walaupun kebingungan namun karna ada aidan ia tidak memikirkan itu semua hanya ada wajah terpancar kebahagiaan disana
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD