setelah makan mereka langsung pergi ke ruang keluarga untuk berbincang bincang sedikit sedikit.
"mami dan papi kapan pulang."ucap aidan tiba tiba bertanya
"ohh jadi kamu ngusir mami!!"ucap ibunya
"letak ngusirnya dimana mamii!!aidan cuman tanya kapan mami pulang gimana bisa tiba tiba berpikir aidan ngusir mami"ucap aidan kesal
"mami dan papi akan menginap di mansion kamu aidan!?"ucap ibunya
"yaudah kalo begitu aidan masuk kamar dulu sudah dari tadi aidan disini tapi belum berganti baju masih menggunakan jas dan kamu maya ikut saya sebentar"ucap aidan
"tidak bolehh!!"
"mau apa kamu dengan putri mami,jangan macem macem aidan!!"ucap ibunya tiba-tiba
"mulaii!!mami itu kenapa si mikir nya kotor bgt sama anak sendiri aidan gabakal lama."ucap aidan langsung mengikuti maya tanpa persetujuan ibunya
"aidannn stopp kamuu jangan bawa putri mamii!!dasar anak nakal."teriak dewi
"sudahlah mami jangan seperti itu anak kita pasti tau batasan jangan berlebihan"ucap papinya yang dari tadi hanya diam saja
"ishhh papi kenapa malah belain anak nakal itu sii"ibunya aidan malah merajuk pada papinya itu dan langsung meninggalkan pria itu tanpa sepatah kata pun
"mulaii deh"gumam pria itu pasrah karna sudah tau pasti istrinya akan seperti itu
di lain tempat aidan langsung membawa masuk maya lalu mengunci gadis itu di kamar aidan
"kak aidan kenapa membawa maya kesini,terus kenapa pintunya di kunci"ucap maya sambil menatap pria itu
"saya tidak mau mami menggangu kita,saya ingin memberikan sesuatu yang akan membuatmu senang"ucap aidan
"apa itu kak,maya mauu!!"ucap maya dengan mata yang berbinar
"kemari maya"ucap aidan sambil menuntun maya ke arah ranjangnya
pria itu pun langsung mengambil hadiahnya itu di dalam tas kerja miliknya
"terima ini."ucap aidan sambil menyodorkan sebuah paperpag
maya pun langsung mengambilnya lalu dengan cepat dan wajah yang berbinar maya langsung membuka paperpagnya dan maya terkejut karna ini adalah barang yang maya inginkan yaitu handphone keluaran terbaru
"kak aidan ini maksudnya apa!?"ucap maya bingung
"terimalah saya memberi ini untukmu agar saya bisa menghubungimu dan kamu tenang saja di dalam hp itu sudah di isi oleh nomer saya dan ingat kamu hanya boleh menyimpan nomer saya bukan orang lain!!"ucap aidan tegas
"baiklah terimakasih kak aidann"
maya langsung berdiri dan memeluk pria itu dengan erat tanpa maya sadari ada seseorang yang kaget karna tingkahnya yaitu aidan,pria itu kaget setengah mati kenapa gadis itu tiba-tiba memeluknya
"ehh maaf Maya kebablasan saking senangnya"ucap maya sambil melepas pelukannya dari pria itu
"tidak masalah!"ucap aidan gugup
"kalo begitu buka dong maya ingin masuk kamar maya"ucap maya sambil membawa paperpag di tangannya hendak pergi
"disini saja saya tidak akan mengganggumu"ucap aidan
"tapi maya ingin sendiri kak"ucap maya sambil merebahkan tubuhnya di kasur aidan
"jangan membantah mayaa!!kamu tenang saja saya akan pergi ke ruangan kerja saya jadi saya tidak akan mengganggu aktivitasmu"ucap aidan yang langsung pergi dari hadapan gadis itu
"baiklah kalo begitu"ucap maya langsung pasrah
ketika sedang melihat lihat hp nya maya malah salfok dengan nama kontak yang ada emot love nya,hanya emot love karna maya penasaran gadis itu langsung mrngklik nomor tersebut lalu tanpa menunggu lama percakapan nya pun langsung terhubung
tutt..
"hallo ini siapa!"tanya maya
"ada apa maya!!"ucap seorang laki-laki di sebrang sana
"kamu siapa?maya tidak kenal kamu"ucap maya lagi
"aidan"ucap aidan singkat
"ishh kak aidan bilang dong dari tadi,maya pikir siapa yaudah bicaranya udahan dulu"ucap maya sambil mengakhiri panggilannya dengan pria itu
namun yang membuat maya bingung mengapa pria itu membuat namanya dengan hanya menggunakan emot love maya yang tidak mengerti apa apa hanya acuh saja tanpa memikirkan itu terlalu panjang
gadis itu langsung membuka YouTube nya menonton kartun kesukaannya dan sesekali gadis itu tertawa dan membuat orang yang ada di dalam ruangan kerja nya hanya tersenyum mendengar tawa gadis itu
"tetap tertawa seperti ini gadis nakal!!saya menyukainya"ucap aidan sambil meneruskan pekerjaannya yang tertunda
beberapa jam kemudian aidan pun menyelesaikan pekerjaannya itu lalu pria itu keluar dari ruangan pekerjaannya dan mendapati gadis itu tertidur dengan tengkurep mungkin ketiduran
"gadis nakal kamu bisa tidak bernafas jika posisi tidurmu seperti ini"ucap aidan sambil menggendong maya dan membenarkan posisi gadis itu dengan terlentang
aidan pun langsung menutupi tubuh gadis itu dengan selimut namun,ketika pria itu ingin membersihkan tubuhnya ke dalam kamar mandi terdengar handphone miliknya berbunyi tanpa berlama-lama pria itu langsung mengangkat panggilan itu dan tertanya itu adalah sahabatnya
"akmal? ngapain dia telepon jam segini bukannya dia dengan berada di london"ucap aidan langsung mengangkat panggilan dari sahabatnya itu
"ada perlu apa lo telepon gue"ucap aidan
"santai bro gue cuman mau bilang sekarang gue udah di bandara dan sudah sampai di indonesia"ucap akmal dari sebrang sana
"apa perlu gue jemput lo!?"tanya aidan
"gaperlu gue cuman ngabarin lo aja dan mulai besok gue bakal masuk kantor lagi"ucap akmal
"baguslah"
tanpa mendengar balasan sahabat nya itu aidan langsung mematikan panggilan itu begitu saja,lalu pria itu langsung memasuki kamar mandi nya
keesokan harinya maya terbangun jam 04:00 karna gadis itu kemarin gadis itu sudah terlelap dari sesudah magrib dan baru bangun sekarang.
"huammmmm"
"jam berapa ini"gumam maya
maya pun langsung melihat ke arah sampingnya dan mendapati pria itu sedang tertidur nyenyak dan memeluknya begitu erat,maya langsung kaget ingin berteriak namun di tahan karna takutnya malah membuat keributan di dalam rumah ini terlebih lagi ada orang tua aidan disini
"kak aidan"
"kak aidan"
"bangun kak,kenapa kak aidan tidur di kamar maya"ucap maya sambil menepuk nepuk pipi aidan hingga terbangun
"kamar kamu!?apakah kamu tidak melihat kamu sedang dimana maya."ucap aidan terbangun
setelah melihat sekeliling maya pun kaget ternyata ini bukan kamarnya melainkan kamar pria itu,tanpa menunggu lama maya langsung menghempaskan tangan aidan yang berada di atas perutnya dan langsung meloncat ingin keluar dari kamar itu namun tidak bisa,karna pintu nya di kunci
aidan yang setengah sadar langsung kaget karna tangannya tiba tiba melayang ke udara dengan cepat karna perlakukan gadis itu
"kak aidan bukain pintu buat maya"ucap maya dengan wajah panik
"sudahlah maya saya mengantuk saya masih ingin tidur"ucap aidan pada maya
"tidak mauu cepat bukain pintunya kalo mami tau nanti mami marah"ucap maya
"duhhh kamu ini yaa menyusahkan orang lain saja"ucap aidan sambil menghampiri meja dan mengambil kunci pintu lalu membuka pintu agar gadis itu keluar
maya langsung berlari ke arah kamarnya
tanpa menunggu lama lagi