Nisha begitu terkejut, tanpa disadari tubuhnya bergetar .mengingat apa yang di lakukan laki-laki itu kepadanya sebelumnya membuatnya ketakutan, dan sekarang ia diharuskan menemui laki-laki itu lagi.
"aa...ada perlu apa ya pak.? "
"hal ini bisa anda tanyakan lansung pada beliau"
"ka.. kalau sa..saya menolak untuk bertemu? "Nisha memberanikan diri untuk menyanggah .
"maka kami tidak punya pilihan lain selain memaksa anda, untuk itu lebih baik anda menurut saja. "
Nisha kembali gemeteran, dengan takut-takut ia mengganti bajunya dan mengikuti kepala asisten direktur itu. Nisha nelihat sebuah mobil mewah terparkir depan gang, kepala asisten membukakan pintu untuknya, mempersilakan masuk ke dalam mobil, dengan ragu-ragu Nisha memasuki mobil itu.
didalam mobil ia melihat seorang laki-laki yang ditakutinya. ya, direktur yang sudah memperkosanya berada disana .tubuh Nisha kembali bergetar, dia begitu takut dengan laki-laki itu, dia takut kejadian semalam terulang lagi.
"kita akan kemana pak?"
"kerestoran X, panggil Aji untuk bertemu disana. "
"baik pak".
dan mobil pun melaju. di dalam mobil hanya ada keheningan, Nisha memegang tangannya dengan erat, berusaha untuk menghentikan tangannya yang gemeteran. keringat dingin mulai memmbasahi tubuhnya, padahal suhu di dalam mobil sangat dingin, ia menunduk, tidak berani memandang laki-laki yang berada di sebelahnya.
hampir setengah jam mobil itu melaju sebelum berhenti di sebuah restoran mewah. asisten direktur itu membukakan pintu untuk mereka, kemudian mengarahkan Nisha untuk mengikutinya. dengan pasrah Nisha mengikuti laki-laki di depannya.
restoran itu restoran Jepang, yang mana setiap pengunjung bebas memilih ruang private yang akan di gunakan untuk penyajian makanan mereka. setelah melewati lorong-lorong yang terasa panjang, akhirnya tibalah mereka di ruangan yang mereka pilih.
ketika mereka tibah, terdapat seorang laki-laki yang sudah menunggu mereka disana dengan berkas di tangannya.
"selamat siang pak. "
"ya, siang. sudah disiapkan berkas yang saya minta.? "
"sudah"
"baguslah, kita bisa mulai"
"nona Tanisha, silahkan duduk disini. " aisten directur mempersilahkan nisha untuk duduk di sebrang tempat duduk Zico. Nisha menurut, dia duduk di tempat yang di tunjuk.
pengaturan tempat duduk itu mengharuskan duduk di hadapan Zico dan pengacara Aji.
"dengan nona Tanisha Alifya.?"
"iy... iya.. " Nisha menjawab gugup
"kami mendengarkan permasalahan anda dan klien kami. maksud kami melakukan panggilan terhadap anda untuk menawarkan perdamaian. ini perjanjian dari kami, silahkan anda baca terlebih dahulu " pengacara aji menyerahkan map putih yang didalambya terdapat beberapa lembar kertas. dengan ragu-ragu Nisha membaca surat ini.
*** SURAT PERJANJIAN DAMAI ***
yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Zico Giovanno Putra
Pekerjaan : Directur Utama PT. ERPWare Indonesia
Alamat : -
selanjutnya disebut PIHAK 1
Mengadakan kesepakatan dengan
Nama : Tanisha Alifya
Pekerjaan : Staff Outsourcing di PT. ERPware Indonesia
Alamat : -
selanjutnya di sebut PIHAK 11
dakam rangka menyelesaikan masalah antara Zico Giovanno Putra selaku PIHAK 1 sepakat dengan Tanisha Alifya selaku PIHAK 11 untuk menyelesaikan dengan cara kekeluargaan dimana kedua belah pihak mengadakan kesepakatan yaitu :
dalam melakukan berjanjian damai ini, kedua belah pihak tidak ada yang merasa di tekan oleh pihak manapun dan oleh siapapun. PIHAK 1 bersedia membayar ganti rugi sejumlah Rp. 200.000.000-(Dua Ratus Juta Rupiah) kepada PIHAK 11
PIHAK 11 sepakat untuk tidak membawa masalah ini keranah hukum
PIHAK 1 berhak menuntut PIHAK 11 bila di kemudian hari PIHAK 11 tidak menjalankan kesepakatan.
setelah perjanjian ini di tandatangani oleh kedua belah pihak, berarti sudah tidak ada masalah apapun dan tidak akan ada tuntutan apapun di kemudian hari. baik dari PIHAK 1 ke PIHAK 11 begitupun sebaliknya.
Jakarta, Januari 20XX
PIHAK 1
PIHAK 11
Zico Giovanno Putra
Tanisha Alifya
***
"ap.. apa maksudnya pak"? Nisha bertanya dengan bingung
"disitu tertulis dengan jelas, bahka kami akan membayar ganti rugi atas insiden tidak mengenakkan yang terjadi semalam. dengan harapan anda tidak akan membawa masalah ini ke ranah hukum. bila anda memaksa tetap membawa masalah ini ke ranah hukum, maka dengan terpaksa kami akan menuntut anda, bisa anda pastikan kalau kami akan memenangi perkara ini. sara kami, anda terima perdamaian kami dan melupakan masalah ini."
pengacara Aji menjelaskan panjang lebar. sebenarnya dia tidak tega pada Nisha, melihat gadis itu mengingatkan pada anak gadisnya sendiri. namun dia bekerja pada directur Zico, mau tidak mau dia harus membelah kliennya meskipun salah.
"bi... bila saya menandatangani ini, bisakah saya tetap bekerja di perusahaan itu? dengan polos nisha bertanya . dia benar-benar gadis polos mudah dan tidak tahu apa-apa .
Pengacara Aji menatap Nisha dengan terkejut ,begitu pula dengan Zico. dia benar-benar tidak menyangka dengan pikiran gadis itu, yang dipikirkan gadis itu hanyalah pekerjaan, bukan melaporkan perbuatannya kepolisi.
pengacara Aji menatap Zico, meminta jawaban atas pertanyaan Nisha yang tidak bisa di jawabnya. dengan ragu-ragu Zico menganggukkan kepalanya dan memberrkode dengan matanya.
"tentu saja anda tetap berada di perusahaan. anda karyawan baik, tidak mungkin kami memecat anda. bahkan bila anda menandatangani surat perjanjian ini kami akan memberikan gaji 2x lipat dari yang biasa anda dapat ."
"sa.. saya tidak membutuhkan gaji 2x lilat, dimana saya harus tanda tanga.? "
kembali Nisha bertanya dengan polos, pengacara Aji mengarahkan Nisha dan diapun menandatangani kertas itu. Zico menghembuskan nafas lega.
ternyata tidak sedikit yang di bayangkannya, dia membayangkan perempuan itu akan merengek dan meminta macam-macam.
diluar dugaannya, perempuan itu dengan mudanya menandatangani surat itu. Zico menatap Nisha dengan tajam, benar-benar tidak mengerti dengan arah pikiran gadis itu.
sepolos dan selugu itukah? dia sudah memaksa hadris itu untuk berhubungan badan dengannya, mengambil keperawanannya juga. tapi yang di tanyakan gadis itu hanyalah dia tetap dipekerjakan di perusahaan? apakah uang kompensasi 200juta sungguh cukup untuk menanggung semua penderitaannya. ?
"ini cek senilai 200 juta, kompensasi yang diberikan PIHAK 1 terhadAP PIHAK 11." pengacara Aji menyerahkan 2 lembar cek, masing-masing senilai 100juta. Nisha menatap 2 lembar kertas itu dengan hampa.
"tapi saya tidak membutuhkan"..
"anda harus mengambilnya ,ini dana kompensasi yang harus anda terima karena telah menandatangani surat perjanjian ini. "
"ta.. tapi saya benar-benar tidak membutuhkan nya.. " Nisha tetap bersikukuh.
"sebaiknya anda tetap menerimanya. " pengacara Aji tetap memaksa, dia menyematkan dua kembar cek itu di jemari Nisha. kemudian asisten direktur memfoto mereka.
"saya pikir masalah ini telah selesai. Directur Zico dan saudari Tanisha, silahkan berjabat tangan." Nisha enggan berjabat tangan. dia benar-benar takut pada Zicho, menatapnya saja dia takut apalagi bersentuhan kulit.
"tidak perlu berjabat tangan. aku akan keluar sekarang. " Zico berjalan keluar, diikuti asistennya.