BAB 2 : Aku Wanita Pengecut

911 Words
Zico berhasil menguasai tubuh Nisha, mencuimi bibir Nisha dengan lembut ,dia mengeksplor mulut Nisha dengan hati-hati ,****** dan mengigit bibir itu, Zico benar-benar menikmati percintaan ini. Zico mulai meracu, sesekali dia menciumi kening Nisha yang di penuhi dengan keringat, mencium bibir ranumnya dan mengecup tengkuknya, wanita itu tidak bergerak, tatapannya kosong, air matanya terus mengalir di sudut matanya, namun tubuh wanita itu tidak bisa berbohong. mungkin wanita itu menolak nya, tapi tidak dengan tubuhnya, setelah lama berpacu Zico mulai merasakan batas dirinya, Zico mengerang panjang, selama. beberapa waktu hanya kebeningan yang ada diantara mereka. Zico mulai mengatur nafasnya kembali, kemudian dia mulai tersadar dengan apa uang dilakukannya, Zico menatap wanita yang ada dibawanhya. dia kaget melihat wanita itu bukan Zee tunangannya. Zico mulai melepas pelukannya, dengan buru-buru ia bangkit dari sofa, menatap wanita yang terbaring di sofa itu dengan tidak percaya.siapa wanita ini? kenapa ada di ruangannya? tadi ia ingat menarik tangan Zee keruangan nya, apa dia salah ingat? apakah sebenarnya yang ditariknya tangan wanita itu? Aarrgghh !! bodoh !!! bodoh, mabuk ini sungguh membuatnya menjadi orang sangat bodoh. Zico mencari-cari pakaiannya, kemudian dia mulai membersihkan diri sebelum memulai memakai pakaiannya kembali. Zico melihat ada hal yang janggal, ada darah di tissue. dengan cepat Zico memeriksa tubuhnya, dia khawatir tubuhnya terluka, namun dia tidak menemukan luka pada tubuhnya, lalu darah siapa di tissue ini.? Zico menatap wanita yang masih berbaring itu, dia mulai memperhatikan tubuh wanita itu. DEG.!! ada darah di tubuh wanita itu, apakah wanita itu masih perawan? ahhkk, apa yang harus dilakukannya ? benarkah dia sedang memperkosa seorang perawan? pantas saja rasanya sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah bercinta dengannya selama ini. Zico menggeleng-gelengkan kepalanya, dia kembali memakai pakaiannya dengan cepat, kemudia tanpa menoleh pada wanita itu, dia menulis sejumlah cek. "pakai bajumu, dan ini ceknya .aku pikir jumlah ini cukup untuk harga keperawanan mu".Zico meletakkan cek itu di meja kemudia dia mulai pergi meninggalkan ruangan. sebelum mencapai pintundia kembali berkata. "jangan lupa tutup pintunya setelah kamu keluar " dan dia pun menghilang dari balik pintu. *** Nisha masih terbaring kaku, dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dialaminya malam ini. air mata tak henti-hentinya keluar dari sudut matanya, dia benar-benar tidak menyangka akan menjadi korban pemerkosaan pada bosnya sendiri. lama Nisha terdiam dengan tubuhnya yang masih telanjang .pikirannya begitu kosong, dia tidak bisa mencerna kejadian yang baru saja dialaminya, hanya air mata yang menjadi saksi penderitaannya, setelah puas menangis dia mulai menggerakkan tubuhnya. memunguti setiap pakaiannya yang tercecer di lantai dan memakainya dengan pelan-pelan. dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, terutama di area itu. dia menatap tubuhnya dengan pandangan jijik. tiba-tiba dia merasa menjadi wanita paling kotor di bumi. Nisha menutup wajahnya dan mulai menangis dengan keras. malam itu dihabiskannya dengan menangis dan menangis. menjelang tengah malam, nisha menghentikan tangisannya, dengan terseok-seok dia berjalan keluar ruangan itu. meninggalkan beberapa lembar cek tetap berada diatas meja. diparkiran dia berusaha mengambil sepeda dan mengayuh nya, namun karna tubuhnya yang begitu lemah dia tidak sanggup mengayuh sepeeeda itu. akhirnya dengan tangan gemetar ia memesan taksi online. sesampainya di kosan Nisha merebahkan tubuhnya dengan hati-hati, dia menatap dinding kamarnya dengan tatapan kosong. pikirannya menjalar kemana-mana, dia begitu bingung harus bersikap seperti apa. ketiadaan saudara, teman serta pendidikannya yang rendah membuatnya bingung harus bersikap seperti apa, haruskah dia melaporkan apa yang dilakukan bosnya kepada polisi? tapi bagaimana bila laki-laki itu melaporkannya juga.? dia pasti kalah melawan laki-laki itu, dijakarta dia tidak memiliki seseorang yang bisa membantunya , di kampung halaman pun keluarganya tidak bisa berbuat banyak. krna dia hanya berasal dari kalangan bawah. selain itu, bila ia melaporkan laki-laki itu ia pasti akan kehilangan pekerjaannya. sangat susah mencari pekerjaan dijakarta dengan ijazah yang dimilikinya dia tidak ingin mengecewakan keluarganya yang telah menaruh harapan besar padanya. haruskah dia diam saja dan membiarkan kasus ini? seolah-olah tidak terjadi apa-apa? Nisha kembali menangis, kenapa nasibnya seperti ini? dia audah bersusah payah untuk tiba dijakarta dengan modal sedikit uang. dia mencoba peruntungannya di kota metropolitan itu, berharap dengan bekerja di jakarta dapat merubah perekonomian keluarganya. bisa mengobati ibunya yang sakit-sakitan, tapi kenapa jadi seperti ini? Nisha menulungkupkan wajahnya di bantal, menangis sepuas-puasnya, menangisi nasibnya yang malang, menangisi ketidak mampuannya, menangisi kelemahannya, mungkin ini adalah nasib seorang kalangan bawah yang harus diterimahnya. menangis sepanjang malam membuatnya kelelahan, pada akhirnya menjelang subuh dia pun tertidur. *** Nisha terbangun pada jam menunjukkan pukul 12:34 wib. dia begitu terkejut ,harusnya pagi ini ia masuk kerja jam 07.00 wib, lebih awal dari karyawan yang lain. Nisha segera melihat ponselnya, pantas saja dia tidak mendengar suara alarmnya ternyata ponselnya dalam kondisi off. Nisha segera mencarger ponselnya, menunggu beberapa saat sebelum menghidupkannya. ada begitu banyak panggilan dan seniornya , ada puluhan pesan juga. rata-rata isinya sama, menanyakan posisinya dan mengancam akan segera memecatnya bila tidak ke kantor saat ini juga. dengan gugup Nisha menghubungi nomor seniornya, pada deringan pertama seniornya mengangkatnya. "lu kaman aja? masih niak kerja nga si luh.? " "ma... maaf... kak.. sa... saya sakit kak' "lu dimana sekarang? lundicari direktur!! apa yang lu lakuin sampai-sampai di cari di rektur.? " DEG Nisha merasa tubuhnya menjadi kaku, kenapa direktur mencarinya? apa untuk mengancamnya agar tidak membuka mulut? sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, terdengar suara ketukan di pintu kamarnya. tok.. tok.. tok.. dengan ragu Nisha membuka pintu kamarnya dan dia melihat seorang pria berpakaian rapi sedang berdiri dibaliknya. dia merasa familiar dengan pria itu. "dengan nona Tanisha Alifya.? " "iy,.. iya benar pak" "silahkan ikut saya, direktur menunggu anda di depan ."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD