BAB 7 : Perjanjian Lagi Dan Lagi.?

1178 Words
"le.. lepaskan tanganku, jangan sentuh aku.! aku benci.. aku benci kamu.!! aaaa..!!" Nisha menangis dengan sangat keras. dia berusaha melepaskan kedua tangannya di genggaman Zico. "aku berjanji akan melepaskanmu jika kamu berjanji tidak akan menyakiti bayi itu. " "aku tidak mau bayi ini, aku benci bayi ini..!! aku benci kamu... " "dengarkan, dengarkan aku.!" Zico meraih wajah wanita itu ,berusaha membuat wanita itu agar menatap wajahnya. "kalau kamu tidak menginginkan bayi ini, berikan bayi ini padaku, kamu cukup melahirkannya dan berikan bayi ini padaku, mengerti.? " "tidak.. aku tidak mau, aku tidak mau..!" Nisha tetap bersikeras, dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras. berusaha menolak ide pria itu dengan gerakan kepalanya. "mungkin kamu sedang syok sekarang. pikirkan kata-kataku dengan kepala jernih. aku yakin gadis sepertimu tidak akan membunuh bayinya sendiri. " Zico melepaskan genggaman tangannya, dia mulai berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar. "berikan file itu padanya. " "baik pak, " asisten Gery memberikan beberapa lembar kertas kepada Nisha. "nona Tanisha silahkan baca perjanjian ini ketika pikiran anda sudah jernih. sya yakin nona akan mengambil keputusan yang baik untuk bayi itu. ini contact person saya, silahkan hubungi saya ketika nona sudah mengambil keputusan. " "kalau begitu, kami pamit undur diri dulu." asisten Gery melangkah keluar ruangan mengikuti jejak langkah bosnya yang terlebih dahulu meninggalkan kamar itu. Nisha tidak menghiraukannya, ia terlalu sibuk menangis. sendirian di kamar itu membuat Nisha leluasa menangis, dia menangisi nasibnya yang buruk. ya Tuhan, cobaan apa lagi ini? ketika Tuhan memberikannya cobaan pemaksaan itu, dia sudah berusaha melupakannya. sebenarnya sangat sulit baginya melupakan peristiwa malam itu, dia sangat takut pada pria itu. di setiap mimpinya pria itu selalu datang dan memaksakan kehendaknya .oleh karena itu, kebencian dan rasa takutnya pada pria itu setiap harinya bertambah tumbuh dan besar. sekarang dia sedang hamil anak pria itu.? cobaan apa lgi ini? apa Tuhan sedang bercanda dengannya? bermain-main dengan takdirnya.? kenapa dia harus hami.? kenapa?? dia tidak ingin memiliki hubungan dengan pria itu, kenapa sekarang dia harus hamil? harus bagaimna dia sekarang.? dia tidak mungkin pulang ke kampung halaman dengan kondisi hamil! dia akan membuat ibunya meninggal karena malu. dia akan menjadi anak yang melempar kotoran ke wajah ibunya. sampai akhir hayat ibunya akan menjadi pembicaraan orang satu kampung. iti sama saja dengan membunuh ibunya secara perlahan-lahan. dia pergi merantau hanya untuk memperbaiki kondisi ke uangan keluarganya, dia ingin ibunya bangga telah melahirkannya. dia ingin ibunya bahagia dengan tidak kekurangan dalaaaam hal keuangan. dia ingin membuat kehidupan ibu dan kedua adik-adiknya membaik secara ekonomi. sepeninggal ayah mereka, ibunya sudah membanting tulang demi menghidupi mereka. dia tidak ingin membuat ibunya kembali bekerja keras dan membuat tubuhnya sakit. dia tidak bisa pulang ke kampung halaman, ibunya tidak boleh tau masalah ini, dia benar-benar akan membuat ibunya menderita bila mengetahui permasalahannya ini. tapi, apa yang harus di lakukannya bila tidak pulang ke kampung halaman.? haruskah ia mengugurkan bayi ini? bayi pria jahat itu.? tapi,.. tapi bayi ini tidak berdosa, bukan salah bayi ini bila harus datang kedunia ini, bukan salah dirinya juga. semua ini salah pria jahat itu.! pria itu yang memaksanya, pria itu yang patut di salahkan, bukan mereka berdua. haruskah ia mempertahankan bayi ini.? tapi selanjutnya bagaimana.? dia tidak ingin ibunya tahu kalau ia tengah mengandung, namun dia juga tidak ingin mengugurkan bayi itu. dimana ia harus menyembunyikan bayi ini.? mampukah dia mengbesarkan bayi ini dengan kondisi keuangan seperti ini.? Nisha menangis sesenggukan, pikirannya berkelana kemana-mana. dia begitu bingung harus bersikap seperti apa, semua hal yang dipikirkannya tidak mendapatkan jalan keluar. semua buntu sebuntu pikiranknya. hampir 1 jam Nisha menangis, berusaha berpikir dan mencari solusi dari masalahnya. lelah menangis akhirnya Nisha menelentangkan tubuhnya di kasur rumah sakit. memandang langit-langit rumah sakit, menangis tanpa suara.?? kenapa nasibnya menjadi seperti ini.? terkadang dia merasa tuhan tidak adil padanya. selama ini dia sudah merasa menjadi wanita yang baik. dia tidak pernah menyalahkan Tuhan atas kemiskinannya yang menimpa keluarganya, dia mau menerimah takdir itu dengan ikhlas. maka darinitu ia berusaha sangat keras untuk mengubah takdir itu sedikit demi sedikit. di sekolah ia tidak perna itu dengan teman-temannya yang berangkat kesekolah dengan diantar sepeda motor atau mobil oleh orang tuanya. dia hanya perlu menggunakan kedua kakinya untuk bisa sampai kesekolah.dia tidak pernah iri dengan teman-temannya yang memiliki barang Bagus ataupun ketika temannya dengan riang gembira pergi menonton bioskop, dia hanya mensyukuri apa yang dimilikinya, tidak pernah iri dengan apa yang tidak di milikinya. dia berusaha belajar sangat keras untuk mendapatkan nilai yang bagus, dengan begitu dia akan mendapatkan sedikit bantuan dari pihak sekolah. dia sudah berusaha menjadi wanita yang baik, dia membantu ibunya mengurus ke dua anak-anaknya yang masih kecil-kecil kala itu. tapi kenapa Tuhan masih kurang menyayanginya. ? kenapa Tuhan memberikan cobaan yang berturut-turut padanya.? belum sembuh cobaan beberapa minggu yanh lalu dan sekarang dia di berikan cobaan yang lain lagi.? cobaan yang lebih berat mengandung seorang bayi. bayi dari pria yang sangat di bencinya ,ada nyawa manusia di perutnya sekarang. dia tidak mungkin membunuh nyawa itu bukan? bagaimanapun bayi itu tidak bersalah. ketika sedang menelentangkan tubuhnya, Nisha melihat beberapa lembar kertas di samping tempat tidurnya .dia baru ingat kalau kertas itu yang di berikan oleh asisten di rektur jahat itu dengan enggan Nisha membaca kertas itu, dia berharap bisa menemukan jalan dari permasalahannya. SURAT PERJANJIAN pada hari rabu, bulan januari ,tahun 20xx di kota Jakarta telah di buat perjanjian dari di antara Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Zico Giovanno Putra Pekerjaan : Direktur Utama PT. ERPWare Indonesia Alamat : - selanjutnya di sebut PIHAK 1 mengadakan kesepakatan dengan Nama : Tanisha Alifya Pekerjaan : Staff Outsourcing di PT. ERPWare Indonesia Alamat : - selanjutnya di sebut PIHAK 11 kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dan tunduk pada perjanjian ini Pasal 1 PIHAK 1 melakukan kesepakatan dengan PIHAK ke 11 karena anak di dalam kandungan PIHAK 11 Pasal 2 PIHAK 1 bertanggung jawab terhadap PIHAK 11 sampai anak yang di kandung PIHAK 11 lahir ke dunia. Pasal 3 PIHAK 1 akan memberikan kompensasi sebesar Rp. 50.000.000,-/ bulan terhadap PIHAK 11 selama masa kehamilan. Pasal 4 PIHAK 1 akan memberikan kompensasi sebesar Rp. 500.000.000,-terhadap PIHAK 11 ketika anak yang di kandung PIHAK 11 dapat di lahirkan dengan selamat Pasal 5 selama masa kehamilan PIHAK 11 akan tinggal bersama PIHAK 1 dibawah satu atap Pasal 6 selama masa kehamilan PIHAK 11 dilarang berhubungan dengan laki-laki lain. Pasal 7 PIHAK 11 wajib menjaga keselamatan anak di dalam kandungannya, bila terjadi apa-apa, PIHAK 1 berhak menuntut PIHAK 11 atas kelalaiannya. Pasal 8 PIHAK 1 akan mendapatkan hak asih sepenuhnya setelah anak itu lahir. Pasal 9 PIHAK 11 tidak di berikan hak untuk melihat, mengakui, dan mencintai anak yang telah lahir. Pasal 10 PIHAK 11 berjanji akan meninggalkan dan melupakan anak yang telah lahir. Pasal 11 perubahan perjanjian hanya akan di lakukan atas persetujuan PIHAK 1 Pasal 12 apabila terjadi perselisihan mengenai isi penafsiran dari perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara damai. Pasal 13 hal-hal yang belum di atur dalam perjanjian, maka akan di atur selanjutnya dengan persetujuan kedua belah pihak. PIHAK 1 PIHAK 11 (Zico Giovanni putra) ( Tanisha Alifya)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD