Waktu terus berjalan, dengan sabar dan setia Dio terus menemani Aurora dalam setiap proses penyembuhannya. Tidak pernah mengeluh dan meminta balas budi, Dio melakuķan semuanya dengan ikhlas karena cinta. Perasaannya masih sama, bahkan semakin bertambah setiap harinya. Senyum Aurora menjadi tujuan hidupnya, dia tidak ingin ada tangis kesedihan di kedua mata indah Aurora. Perkembangan Aurora juga terus meningkat, meskipun ada rasa sedih karena harus menghentikan kuliahnya terlebih dahulu. Tapi bukan berarti cita-citanya terhenti, ketika semua kondisi sudah membaik, Aurora berjanji kepada dirinya sendiri dan demi orang-orang yang selalu bersamanya untuk mendukung, dia akan kembali menapaki tangga menuju impiannya. "Hebat. Kamu makin hebat" puji Dio setelah mendengar perkembangan Aurora. Mer

