Chapter 92 : Ketergantungan Pada Ryan

1188 Words

Pagi itu, rumah di kawasan perkampungan Mranggen tampak biasa saja dari luar. Sinar matahari menyelinap masuk lewat jendela kayu, ayam berkokok di kejauhan, suara sayup-sayup pedagang keliling terdengar lewat. Namun di dalam rumah, ada sesuatu yang berbeda. Ada hawa yang berat, pekat, seakan udara itu sendiri diselimuti kabut yang tak terlihat. Ryan duduk di ruang tamu dengan wajah pucat, matanya sayu tapi tubuhnya seolah menolak istirahat. Di sampingnya, ada Nu—atau lebih tepatnya, sosok yang diyakininya Nu. Tangannya menggenggam tangan perempuan itu, hangat, lembut, penuh gairah. Ia tersenyum samar, seperti orang jatuh cinta yang mabuk akan pesona. Namun bila diperhatikan lebih dekat, ada sesuatu yang salah. Sorot mata Ryan kosong, bibirnya gemetar seperti mengucap nama yang sama berul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD