Chapter 105 : Lubang Menuju Iblis

1393 Words

Udara di Panti Pijat Lestari tebal dan berminyak, dipenuhi campuran asap rokok, parfum murahan, dan aroma wewangian yang seharusnya menenangkan tetapi justru terasa memuakkan. Lampu neon merah di koridor membuat wajah setiap orang yang melewatinya tampak pasi dan suram. Begitu memasuki pintu belakang, Dewi langsung disambut oleh tatapan sinis dan tawa renyah dari beberapa perempuan lain yang sudah siap di ruang tunggu. Mereka mengenakan pakaian minim dan make up tebal, kontras dengan gaun sederhana yang dikenakan Dewi dari rumah. “Lama banget, Wi. Tumben nggak bawa bekal?” sapa seorang perempuan bertubuh subur dengan nama panggilan Mami. Dewi tersenyum tipis. “Tadi agak macet di lampu merah. Nggak bawa, Mami. Hari ini nggak enak badan,” jawab Dewi, menggunakan kode bahwa ia tidak ingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD