Chapter 108 : Dua Pesta Dua Nasib

1242 Words

Pukul 22:00, 7 Juli. Apartemen Ryan di Semarang riuh rendah dipenuhi bisikan, tawa tertahan, dan aroma masakan yang menggugah selera. Di dapur, Nu dan keempat sahabatnya—Yuni Ndaru, Tya, Bianca, dan Dinda—sedang sibuk menjalankan misi rahasia: mempersiapkan kejutan ulang tahun yang akan menandai awal baru bagi kehidupan mereka. Dapur Ryan sudah berubah menjadi bengkel katering dadakan. Bima dan Hafizh bertugas menjaga Ryan agar tetap terlelap di kamar. Di atas meja, teronggok megah sebuah tart ulang tahun. Bukan tart biasa, melainkan kue berbentuk novel terakhir Ryan, lengkap dengan cover edisi terlarisnya, bertajuk BIAR HATI SAJA. “Perfect! Kue ini keren banget, Nu!” puji Tya, sambil menata beberapa makanan kesukaan Ryan : nasi goreng Jawa pedas, ayam goreng rempah, dan sambal terasi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD