Mentari pagi di Mranggen terasa hangat, namun tidak sehangat perasaan Nu. Hari ini, 6 Juli, hanya tinggal dua hari lagi menuju tanggal 8 Juli. Tanggal yang istimewa. Nu baru saja menyelesaikan sarapan bersama Mbah Uti dan Harun. Dewi sudah berangkat ‘kerja’ sejak subuh, beralasan harus menyiapkan shift awal di Soto Bangka. Nu duduk di teras, membolak-balik kalender kecil di ponselnya. 8 Juli. Nu tersenyum. Itu hari ulang tahun Ryan, kekasihnya. Ryan, sosok pria dewasa yang penuh pengorbanan, yang selalu memberikan yang terbaik bagi orang yang dicintai. Nu sudah punya rencana, meskipun ia merahasiakannya dari Ryan—ia hanya akan mengatakan ia punya urusan di Semarang. Kejutan harus tetap menjadi kejutan. Namun, senyumnya memudar digantikan dahi yang berkerut. Ia baru teringat satu hal ya

