“BIANCAAA!!! Kamu kenapa lama banget di kamar mandi?! Nggak sekalian bertapa?!” Suara teriakan Dinda yang diikuti ketukan keras di pintu kamar mandi seketika menghancurkan fantasi Bianca. Bianca tersentak, nafasnya terengah-engah. Ia mematikan shower. Wajahnya panas, seluruh tubuhnya gemetar, dan ia merasa sangat basah—bukan hanya karena air, tapi karena gairahnya sendiri. Ia bergegas mengeringkan diri, jantungnya berdegup tak karuan. Saat Bianca membuka pintu, ia disambut oleh tiga wajah yang penuh godaan. “Wih, Bianca! Segar banget! Habis berenang apa bercinta nih?” goda Tya, menyenggol lengannya. “Iya nih, Bi! Mandinya lama banget! Sampai basah gitu loh! Jangan-jangan kamu mandi sambil ngigau lagi kayak tadi subuh!” timpal Yuni Ndaru dengan tawa renyah. Dinda, meskipun paling ker

