Saat Nu, Ryan dan Bianca kembali ke apartemen, ketiga sahabat mereka langsung menyambut mereka dengan senyum. “Gimana talk-show-nya, Guys? Sudah beres nih masalah mimpi basah?” goda Tya. Bianca tersipu malu, tetapi ia bisa tertawa sekarang. “Sudah dong! Mas Ryan ini konsultan yang handal!” jawab Bianca. Yuni Ndaru, Tya, dan Dinda langsung menyerbu. “Wih, Mas Ryan! Enak ya, jadi fokus fantasi cewek-cewek!” goda Yuni. “Mas Ryan ini kayak tokoh di novel, bikin cewek-cewek terangsang!” timpal Tya. Ryan tersenyum, mengendalikan situasi dengan percaya diri. “Tentu saja! Tugas penulis kan memang harus bisa menggerakkan imajinasi! Tapi ingat, Guys, fantasi itu gratis, tapi realita itu butuh cinta sejati. Dan cinta sejati-ku hanya ada di sampingku.” Ryan merangkul Nu erat-erat. Nu mencium pi

