Malam merayap makin larut, membawa serta hawa dingin khas pedesaan Mranggen. Di dalam kamar, Nu telah terlelap, pulas dalam pelukan Ryan. Rasa lelah setelah drama emosional berhari-hari membuat tidurnya nyenyak. Ryan memandang wajah damai kekasihnya, mengusap rambut Nu yang tergerai di bantal. Namun, Ryan tahu ia tidak bisa berlama-lama. Tugasnya malam ini adalah berjaga, bukan beristirahat. Setelah perbincangannya dengan Romo Andreas, instingnya menjerit: Malam Jumat Kliwon yang akan menjelang pukul 00:00 WIB bukan sekadar tanggal biasa bagi Dewi—ini adalah malam pembayaran kontrak. Dengan sangat hati-hati, Ryan melepaskan diri dari dekapan Nu. Ia menyelimuti Nu hingga batas d**a, mengecup keningnya, dan berbisik, “Tidur yang nyenyak, Sayang. Aku janji, aku akan jaga kamu dan Ibu.” Rya

