Chapter 103 : Panggung Pengantin Kegelapan

2477 Words

Malam merayap makin larut, membawa serta hawa dingin khas pedesaan Mranggen. Di dalam kamar, Nu telah terlelap, pulas dalam pelukan Ryan. Rasa lelah setelah drama emosional berhari-hari membuat tidurnya nyenyak. Ryan memandang wajah damai kekasihnya, mengusap rambut Nu yang tergerai di bantal. Namun, Ryan tahu ia tidak bisa berlama-lama. Tugasnya malam ini adalah berjaga, bukan beristirahat. Setelah perbincangannya dengan Romo Andreas, instingnya menjerit: Malam Jumat Kliwon yang akan menjelang pukul 00:00 WIB bukan sekadar tanggal biasa bagi Dewi—ini adalah malam pembayaran kontrak. Dengan sangat hati-hati, Ryan melepaskan diri dari dekapan Nu. Ia menyelimuti Nu hingga batas d**a, mengecup keningnya, dan berbisik, “Tidur yang nyenyak, Sayang. Aku janji, aku akan jaga kamu dan Ibu.” Rya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD