Chapter 34 : Desah Pagi dan Joging

1059 Words

Pagi masih buta. Langit belum benar-benar biru, dan lampu kota masih berkedip pelan seperti enggan padam. Namun di salah satu unit apartemen mewah di Jalan Pemuda, Semarang, suara-suara halus mulai terdengar. Bukan suara ayam berkokok atau alarm ponsel, tapi… "Aduh, ini udah ronde berapa sih?" bisik Yuni Ndaru dengan mulut ditutup bantal, setengah menahan tawa. "Aku ngitung sih… tapi pas ronde ketiga udah hilang fokus," sahut Tya geli. "Kok bisa ya, stamina Ryan segitu?" gumam Citra sambil mengguling ke arah dinding, lalu menutup telinganya dengan tangan. "Hahaha. Nu sih keterlaluan. Udah tau temen-temennya di sebelah, tetep aja…," kata Bianca pelan. "Tapi… ya ampun, suara mereka tuh… romantis tapi... yah, you know lah." Mereka berempat tidur di kamar tamu apartemen Ryan. Dua tempat t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD