Lilith turun dari mobil ayahnya. Dia sudah tidak nyaman semenjak mengenakan gaun pesta pemberian orangtuanya itu. selama ini, dia tak pernah mengikuti sebuah prom night di sekolah. Secantik apapun dirinya, tak ada yang mau mendekatinya. Meskipun begitu, selama ini dia beranggapan kalau Tuhan itu baik hati. Karena tak satupun teman lelaki yang mengajaknya berkenalan, dia benar-benar suci dari sentuhan siapapun. Kecuali Luc. Laki-laki pertama, dan diharapkan menjadi yang terakhir. Itu pun bukan manusia. Lilith menghela napas panjang, bertanya-tanya betapa anehnya hidup ini sejak dia berusia tujuh belas tahun. Jauh di dalam kepalanya yang penuh logika, tidak mungkin ada hal yang bernama reinkarnasi. Kalau saja orangtuanya mengetahui cerita ini, mereka pasti akan tertawa selama berminggu-

