MK—Sepuluh

1229 Words

Hari ini Skylar tidak masuk sekolah dikarenakan demam, membuat Ros juga harus memperhatikan anak sulungnya itu. Tak lupa juga dengan Una yang lagi-lagi berulah lagi, tiap hari malah. Sampai bingung untuk mengalihkan yang lebih bermanfaat bagi masa pertumbuhannya. Tet tet tet Suara tetot dari tukang cilok yang lewat depan rumah membuat Una heboh. Ia langsung mencari Ros, tentu untuk meminta uang. Apalagi. "Mama, Mama." "Ma..ma.." Ros yang sedang menyuapi Skylar itu menyahut, "Apa, Adek!" "Ma..ma.." "Di kamar Abang!" Langkah kaki Una segera beranjak ke kamar Skylar, langsung saja ia mengutarakan niatnya. "Minta duit.” Ros mengerutkan dahinya, "Buat apa?" "Beli colek.” polos, Una sabar menanti kemauannya. "Colek apa?" "Colek tet tet itu o.” fokusnya sesekali tak terlalu pada Ros.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD