Kesabaran itu tanpa ukuran dan batas, jangan lelah untuk selalu belajar bersabar di tiap masanya "Apalagi ini?" Ros berkacak pinggang menatap Una yang menangis kencang akibat terjatuh, tetapi bukan jatuh penyebabnya melainkan memakai highlees Ros bahkan membuatnya patah. Ros mendekat lantas menolong Una. "Mainnya kok aneh-aneh, sih!?" omelnya kemudian menggendong Una dan membawanya ke dapur untuk diberikannya minum. "Saaakit.” "Yang nyuruh main sepatu Mama itu siapa?" Una yang seseggukan itu hanya menatap Ros kemudian menyembunyikan wajahnya di pundak Ros. Sekalian membersihkan ingusnya yang meluber dari kedua lubang hidungnya. "Kemarin main make up Mama, sekarang highlees, besok apa?" omel Ros yang masih geregatan dengan Una. Setiap hari ada saja acaranya. "Kalau sehari nggak b

