Kasih Ibu sepanjang masa, tak dapat dihitung dan dibayar dengan harta maupun benda. "Mama, Mama, Mama, Mama, Mama," Una memanggil Ros berkali-kali membuatnya risih. Ketika Ros menyahutinya, Una akan menjawab-gak papa-itu saja. Saking gemasnya, Ros hanya mengeluarkan deheman. "Hmm?" "Pup.” Ros langsung mendekati Una yang ternyata saat merabanya sudah basah bagian celananya. Maksud Una itu buang air kecil. Padahal Ros selalu mengajarkan pada Una. Pup dan pipis beda. "Kok baru ngomong?" kata Ros yang ditanggapi Una dengan wajah polos tak berdosa. "Ke kamar mandi.” Una langsung mengulurkan tangannya meminta gendong, Ros tak mengiyakan ia langsung melangkah ke kamar mandi. Walaupun begitu, Una tetap mengikuti Ros sambil merengek. Manjanya kumat setiap waktu. Sejak tiga hari lalu pasca kec

