"Zein tunggu aku ... semua ini tidak seperti yang wanita itu bicarakan. Aku bisa jelaskan!" ucap Laura setengah berteriak. Dia bangkit, lalu berdiri dengan cepat menyusul Zein. Namun, aksinya itu dilihat beberapa karyawan dengan posisi yang lumayan di perusahaan, saat mereka sendiri sebenarnya ingin berhadapan dengan CEO langsung. Sehingga naik ke lantai khusus CEO tersebut. Memang di lantai perusahaan bagian atas hanya dikhususkan untuk pemegang saham dan CEO. Tak lupa asisten atau sekretaris mereka. "Aku mohon percayalah!" ucap Laura akhirnya membuat langkah Zein terhenti. Pria itu melirik sekitar, kemudian menatap Laura dengan tajam. "Saya tidak perduli dengan urusanmu, dan kejadian tadi bukan urusan saya. Akan tetapi, jaga tata krama-mu saat bekerja di perusahaan ini. Saya CEO

