"Aku sudah satu minggu di sini, Jihan. Aku tidak bisa, aku harus pulang sekarang--" Maudy berhenti sejenak mengulum bibirnya sendiri, dengan nafas yang berat Sementara itu Jihan yang tidak setuju sudah menggelengkan kepalanya. "Apa kamu tidak bisa lebih lama di sini? Setidaknya sampai kamu yakin bisa menghadapi semuanya, Di ...." Maudy berkaca-kaca, dan segera meremas telapak tangannya sendiri. Tak berani menatap Jihan dan menundukkan kepalanya. "Ak--u berhutang budi padanya, dan keluargaku juga. Suamiku memang berselingkuh, meski setelah aku mengungkapkan perasaanku. Itu seperti angin lalu, tidak berarti apa-apa baginya. Namun, aku juga tidak bisa pergi. Dari awal statusku memang sebatas pengganti, dan aku harus camkan baik-baik itu pada diriku sendiri. Lagipula bagaimana nasib bayi

