"Lepaskan!" ucap Maudy sedikit berteriak. Namaun, Zein terus menahannya sampai akhirnya baru melepas setelah mereka di ruang kerja pria itu. Maudy segera melirik tajam, sambil berdecak dan mengusap pergelangan tangannya yang habis dicekal. Ternyata itu meninggalkan kemerahan dan sedikit sakit. "Aku ke kantor buat kerja, dan mengantarkan dokumen juga bagian dari pekerjaanku. Kenapa harus berbicara seperti tadi, apalagi pada pak Tomi. Dia itu mantan sekretarisnya papa loh!" ucap Maudy memperingatkan. "Jadi kau pikir aku perduli?!" jawab Zein dengan angkuh. "Dengar Maudy dan simpan baik-baik kalimatku ini dalam pikiranmu. Kalau kau masih ingin kerja, ikuti aturanku, lakukan perintahku dan paling penting kamu hanya boleh patuh padaku!" Maudy langsung merasa kepalanya berdenyut nyeri s

