Seketika nafas pun berhenti, menunggu letupan suara pistol yang menggelegar. namun setelah beberapa saat ditunggu hal itu tidak terjadi pistol hanya mengeluarkan suara pelatuk yang ditarik. Ceklek! ceklek! Shakila pun kembali menekan pelatuk pistol namun tidak keluar suara tembakan, Bahkan dia mengulang beberapa kali membuat kedua sudut bibir Akmal kembali terangkat menyeringai menunjukkan Wajah aslinya. "Hahaha, Emang kalian kira aku sebodoh itu mengisi Dan meletakkan pistol di tempat yang akan mengancam keselamatanku. Aku cukup berpura-pura bodoh di hadapan kalian, sekarang rasakanlah pembalasanku karena kalian tidak pernah mengakui kesalahan." ujar Akmal sambil bangkit berdiri, matanya yang tajam terbagi ke arah Shakila dan Rinto yang terlihat penuh keheranan. "Rinto....! kenapa

