"Kalau begitu, kita tidak boleh buang waktu. Ayo kita koreksi barang-barang sesuai dengan permintaannya." ujar Shakila sambil bangkit dari tempat duduknya, rasa khawatir dan gelisah seolah sirna seketika. Tring! Tak lama setelah mereka selesai mempersiapkan semua kebutuhan untuk bertemu dengan Akmal Sanjaya. handphone Shakila pun terdengar berbunyi, setelah dilihat ternyata notifikasi pesan dari musuhnya yang menjelaskan lokasi rumah mendiang sang ibu, sehingga mereka berdua terlihat bersemangat untuk segera mengakhiri permusuhan yang sudah lama mereka lakukan. Malam telah turun di desa kecil yang tersembunyi di lereng gunung. Angin sepoi-sepoi seolah berbisik lembut di antara pepohonan rindang, membawa aroma bunga-bunga liar dan tanah basah hujan baru saja turun. Di tengah kegelapan

