Chapter 9

1069 Words
"Haii diamond" sapa anak SMA dan SMP "Haii" balas diamond dengan senyum Diamond pov "Kok kalian pada tau kita sih?" Tanya intan heran "Kalian kan terkenal banget, emang kalian gak pernah liat gua?" Lah emang situ siapa? "Enggak" jawab tiara "Kita satu sekolah loh padahal pas di SMA 1. Kalian itu terkenal banget deh, tapi sayang bad girl" ujarnya membuat kita terenyum "Tapi kita  gak merasa terkenal" ujar tiara sambil tersenyum "Menurut kalian aja kali, sebenernya kalian terkenal banget" ujar mereka, kita hanya tersenyum menanggapinya. "Boleh foto gak?" Tanya mereka, kita hanya mengangguk. Berasa artis gini kita. Bhak.. Setelah foto foto kita semua pulang. *** Diamond pov Hari ini gua bakal buat SMA 10 gempar. Penampilan gua udah cetar banget dengan rambut warna pink. Pas gua masuk sekolah, gua udah diliatin sama orang orang dengan sinis. Gua sih bodo bodo amat yaa.. batin bu ketua. "Jujur, gua bosen" ujar intan tiba tiba saat di kelas, kita semua ngangguk. "Bu ketua..." rengek tiara membuat bu ketua menatapnya dengan alis terangkat "What?" "Ijinin kita ngelakuin hal yang kita inginin dari dulu" sambil nabila "Ya. Gua juga bosen, gua biarin kalian ngelakuin hal apapun" setelah mengucapkan itu bu ketua melangkah meninggalkan kelas dengan tas di pundaknya. Sementara tiara, nabila dan intan tersenyum misterius. "Guys... wanna play a game?" Tanya intan, mereka berdua sama sama mengangguk. "Tanpa bu ketua?" Tanya tiara tidak yakin "Ya, tanpa bu ketua. Yang penting dia udah ngijinin kita untuk bermain, kalo kita gak bisa ngurus baru kita panggil bu ketua" sambung nabila. "Kemana nih?" "Kantin" kita bertiga menuju kantin yang sudah lumayan ramai orang. Dengan santainya kita bertiga menabrak segerombolan cewek yang populer. Cari mati banget kan? "Heh lo kalo jalan yang bener dong!" Maki cewek itu "Maaf ya kak, gua udah jalan yang bener. Lo nya aja yang gak tau tempat buat ngobrol.. ngobrol kok dijalan. Ngobrol itu biar lebih seru di cafe, wait-- jangan bilang lo gak ada uang?" Ucap intan dengan santainya. "Lo gak tau apa kalo gua itu donatur terbesar di sekolah ini hah?" Teriaknya marah, woww muka lo udah merah aja kak "Woi.. biasa aja dong, gak usah pake otot" sindir tiara ke kakak kelas sok cantik itu "Lo yang seharusnya biasa, lo itu baru adek kelas. Gak usah belagu deh" wah minta di tabok nih orang "Lo yang belagu kali, dasar sok cantik" maki nabila "Gua emang cantik kali.. buktinya aja gua pernah deket sama salah satu anggota ksatria" ujarnya bangga, cih. "Ehem.." dehem tiara mau tertawa "Lo itu baru DEKET sama anggota ksatria aja udah belaga kayak gini, apalagi lo jadi PACAR salah satu anggota ksatria? Inget ya lo itu baru DEKET!" Tekan tiara dengan santainya membuat satu kantin terawa "Anjirr" "Ngakak woi" "Ngaca dulu kali, muka lo itu bedak semua" "Emang ksatria mau sama lo?" "Mikir mikir juga kali ksatria mah" "Gila anak baru udah berani ngelawan." "Sialan lo ya!" Maki cewek itu ngejambak rambut tiara dengan kencang membuat tiara membalas jambak cewek itu. Kantin semakin ramai, banyak yang mendukung tiara. Plak Setelah dia selesai ngejambak rambut tiara. Tiara langsung menamparnya. "LO SIAPA HAH BISA DENGAN SEENAKNYA JAMBAK GUA?! NGERASA BAGUS LO JADI CEWEK!?" Teriak tiara marah setelah menamparnya. Dia menatap tiara dengak muka merah, gak tau deh nahan malu, marah atau nangis. "Udah dek, kasian tuh dia nya" bela kakak kelas. Gua gak peduli. "Gua dukung lo deh dek" kata kakak kelas cowok, dan dia most wanted... Makin semangat aja kita buat ngerjain kakak kelas itu. "Jangan mentang mentang lo kaya bisa seenaknya, banyak orang yang lebih kaya dari lo tapi mereka biasa aja" ujar intan pedas "Gua tanya disini, apa ada yang pernah dibully sama dia?" Teriak nabila, banyak anak yang saling melirik ketakutan "JAWAB!" Teriak tiara, mereka semua rata rata pada menunjuk. "Lumayan banyak, tapi... masih banyakan kita. Lo rata rata ngebully anak cupu, sedangkan kita ngebully anak sok kayak lo!" Ujar nabila meremehkan membuat mereka semua menganga. "Siapa lo sebenernya sih?" Tanya nya kesal "Lo gak tau siapa kita?" Tanya tiara kaget, dia menggeleng "Gua gak tau ya,  lo yang terlalu kudet atau lo pura pura gak tau kita?" Sindir intan "Mereka itu diamond" ujar salah satu temannya berbisik "Temen lo aja tau, masa lo gak tau. Ternyata lo kudet ya" sinis nabila "Ka..kalian diamond?" Tanya nya terkejut dan bergetar. Tiba tiba terdengar teriakan dari guru yang membuat kita semua menoleh kearahnya. "INI DISEKOLAH, DILARANG NGEROKOK!!" Teriak guru itu, orang yang diteriakin itu bu ketua.. "Terus gua peduli kalo ini sekolah?" Tanya bu ketua santai. Guru itu sudah ingin menghampiri bu ketua tapi dari arah yang berlawanan terlihat OB yang membawa ember dan alat pel, bu ketua pun sengaja menyandungkan kaki OB itu. Alhasil ember itu kena pada guru itu dan jatuh. Sedangkan OB itu membantu guru itu bangun, karena lantainya licin dia dan guru itu jatuh kembali "Hahahaaaa" tawa murid dikantin pun pecah, bu ketua menatap dengan satu alis terangkat. Bu ketua ketempat diamond. Masalah. "Ada apa ini?" Tanya bu ketua, salah satu dari mereka ada yang menjelaskan secara rinci. "Siapa anggota ksatria yang pernah deket sama lo?" Tanya bu ketua maju dan sekarang tepat dihadapan kakak kelas itu. "Em.. um" jawab dia gugup. Entah gugup karena apa "Lo gak tiba tiba jadi gugup kan?" Sindir bu ketua ketus "B-brian" jawabnya sambil memalingkan wajah. "Brian? Bener lo pernah deket sama brian?" Tanya bu ketua sambil menghembuskan asap rokoknya di muka kakak kelas itu, bu ketua lalu menginjak rokoknya. "JAWAB!!" teriak bu ketua sambil mencengkram dagunya "Bu-bukan. Sama sam" "Sam? Beneran sam?" Bu ketua makin mencengkram dagunya "Davin.." lirihnya "Davin eh?" Sinis bu ketua "Levin" bu ketua menambahkan smirk nya "JAWAB YANG BENER! SAMA SIAPA LO PERNAH DEKET?!" Teriak bu ketua menusukan kukunya di dagu kakak kelas itu "Gua gak pernah deket sama mereka. Gu-gua yang deketin mereka" akhirnya kakak kelas itu bersuara. Bu ketua menghempaskan tangannya secara kasar. "b***h" kata bu ketua "Temen temen lo gak ada yang bantuin lo, apa itu seorang teman? Lo tau kan sekarang, kalo temen temen lo itu gak tulus temenan sama lo" sindir bu ketua sambil melihat teman kakak kelas itu. Kakak kelas itu nangis coi.. "Gak usah nangis bisa kan?!" Teriak bu ketua memandangnya lekat. Bukannya berhenti menangis tapi dia makin jadi. "KALIAN INI APA APAAN SIH?! DAN KALIAN BEREMPAT DI DO!!!" Teriak kepala sekolah marah sambil menunjuk kita berempat. Kakak kelas itu menyunggingkan senyum kemenangan. "Astaga pak, jangan bikit kaget kenapa. Kayak setan aja tiba tiba muncul" ujar tiara polos, kita bertiga terkikik geli melihat ekspresi kepala sekolah yang menahan amarah "Apa kamu bilang?!" Teriaknya "Gak b***k kan pak? Kenapa bapak baru nge DO kita sekarang sih? Bukannya dari kemaren aja. Bosen gua sekolah disini" celetuk intan santai "Kalian ini bener bener ya!!!" Teriak kepala sekolah marah "Gak usah teriak teriak pak. Kuping gua masih berfungsi dengan benar" ketus nabila "Ka---" "Bisa gak kalian diam? Gua pusing dengernya" ujar bu ketua meninggalkan kantin yang hening. Seakan tersadar kita bertiga menyusul bu ketua kekelas.    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD