Rista masih menangis sesenggukan. Ada pesan masuk dari peter dan video call, tetapi diabaikan.
"Riss" bundanya tercekat melihat bu ketua menangis. Bu ketua emang pernah nangis, tapi gak sehebat ini. Dia gak pernah nangis sehebat ini selain sama peter.
"Bun.." bu ketua langsung memeluk rebeca
"Itu bukan yang terbaik" kata robert
"Gak. Itu yang terbaik. Lo boleh bilang gua egois karena saat ini gua mau dia disini, lo boleh bilang gua sesuka hati lo. Tapi gua mau dia ada waktu luang buat gua. Dia artis, tapi seharusnya bukan itu prioritas utamanya" ujar rista kepada robert dengan tegas.
"Tapi dia itu kan ---"
"Bukan. Kalo dia nganggep gua penting, pasti dia bakal ninggalin kerjaannya" potong bu ketua. Robert dan rebeca hanya bisa menghela nafas.
"Terserah lo lah. Lo emang keras kepala" ujar robet membuat bu ketua terkekeh.
"Mumpung kalian disini, gimana kalo kita main skateboard?" Usul bu ketua, sebenernya untuk menghilangkan perasaan sedihnya
"Boleh deh" ujar mereka semangat.
"Bun.. yah gua berangkat dulu ya. Bye!!" Pamit bu ketua sambil mencium pipi robert dan rebeca
"Hati hati!!" Teriak rebeca, bu ketua hanya memberikan jempolnya.
"Mau main dimana?" Tanya ksatria
"Taman aja deh, sekalian ngehirup udara sore hari" ujar bu ketua. Mereka hanya mengangguk.
Sesampainya ditaman bu ketua langsung mengeluarkan papan skatenya. Dia ingin bermain tetapi ada pria yang menghampirinya sambil menggodanya.
"Hai cantik boleh kenalan gak?" Sahut pria itu sambil mencolek diandra
"Bisa gak sih gak usah colek colek? Lo kata gua sabun colek?!" Sindir bu ketua tajam.
"Lo lucu kalo lagi marah, nambah cantik" bu ketua memutar bola matanya.
Bugh
Bugh
Bugh
Mata mereka membulat melihat pak bos memukul pria itu sampai babak belur.
"She.Is.Mine." tekan pak bos sambil menunjuk bu ketua yang masih menganga.
Pak bos gila!
"Lo apain orang itu? Kalo dia mati gimana?!" Teriak bu ketua panik
"Gua gak peduli" balas pak bos acuh.
"Tapi--"
"Stt.. gua udah bilang kan, kalo gua gak suka milik gua disentuh sama orang lain, gua gak peduli orang yang nyentuh lo itu mau mati sekalipun.. gua gak suka lo dideketin cowok manapun. You are mine" tekan pak bos membuat bu ketua menelan ludahnya. Pak bos pun memegang tangan bu ketua dan menuntun nya (liat mulmed)
"Lo gak bakal ngapa ngapain peter kan?" Tanya bu ketua was was
"Gak tau" jawab pak bos acuh
"Gua mohon jangan.. dia bukan pacar gua kok atau pun orang yang ngegodain gua. Jadi lo jangan cemburu, oke?" Bu ketua berkata lembut membuat pak bos luluh dan mengangguk.
"Kenapa muka lo datar datar aja kayak triplek? Masa muka pacar gua datar aja sih" sindir bu ketua, entah sadar atau gak. Dia bilang pak bos itu pacarnya.
"Emang kenapa?" Tanya pak bos balik dan dia menahan senyumnya
"Gua itu mau liat lo senyum sama ketawa, gak enak banget masa punya pacar kayak tembok" tepat setelah perkataan itu, pak bos tersenyum membuat bu ketua menatapnya tabjuk
Ganteng. Batin bu ketua
"Lo sadar gak sih? Lo udah ngakuin gua sebagai pacar lo? Berarti lo nerima gua sebagai pacar lo kan?" Pak bos menahan ketawa membuat bu ketua menjadi gugup dan salah tingkah
"Em... um.. itu" bu ketua menggaruk tengkuknya yang gak gatel
"Lo tau, gua seneng saat lo udah ngakuin gua sebagai pacar lo" ujar pak bos membuat bu ketua blushing. Pak bos pun memeluk bu ketua.
"Hahaa.. lo makin cantik kalo blushing" tawa pak bos pun pecah membuat bu ketua melepaskan pelukannya dan memperhatikan muka pak bos yang sedang tertawa.
Gila, ini orang ganteng banget sih. Malaikat. Batin bu ketua menjerit
"Udah puas ngeliatin gua nya?" Tanya pak bos membuat bu ketua salah tingkah dan gelagapan
"Ap-apaan sih"
"Haha.. lo boleh kok ngeliatin gua sampai puas, asal jangan cowok lain aja yang diliatin" pak bos menarik muka bu ketua agar menghadapnya. Saat mata mereka bertemu pak bos memberikan senyum yang paling menawan yang dia punya.
"Ganteng" tanpa sadar bu ketua berucap seperti itu membuat pak bos gemas dan menggigit pipi bu ketua.
"Lo juga cantik" setelah berkata seperti itu, pak bos mencium pipi bu ketua yang habis di gigitnya.
Blush
Pipi bu ketua makin memerah karena pak bos.
"Udah ah gua mau main skate dulu" bu ketua lalu menjalankan papan skatenya dengan lincah.
"Bu ketua.. sini minum dulu" teriak intan, bu ketua pun menghampiri mereka dan langsung mengambil botol minum.
"Pelan pelan kali bu ketua, aus apa doyan?" Sindir tiara
"Aus lah" ketus bu ketua
"Eh gimana kabar disekolah pas gak ada gua?" Tanya bu ketua kepo
"Ya kayak hari biasa aja sih bu. Kakak kelasnya ngelunjak semua, pengen banget gua tabok rasanya" ujar intan menggebu gebu
"Sabar lah tan. Udah berapa hari kita di SMA 10?" Tanya bu ketua sambil menaikan sebelah alisnya
"Seminggu lebih" ujar nabila
"Lumayan lama. Dan setiap hari kehidupan gua gak enak, gak menantang. Gua mau yang lebih menantang, mau ikut?" ujar bu ketua tersenyum misterius
"Gua ikut!" Teriak mereka kompak
"Tapi jangan anak kepala sekolah sama kepala sekolah ya, ngeri gua dimarahin bunda lo" ujar tiara sambil bergidik, bu ketua hanya tersenyum lebar.
"Gua juga gak tau kalo dia kepala sekolah" bela bu ketua membuat mereka terkekeh.
"Emang lo pernah tau kepala sekolah kita siapa?" Sindir nabila ngena banget deh.
"Enggak" dan jawaban santai bu ketua mendapatkan hadiah jitakan dari intan, nabila dan tiara
"Lo terlalu santai tau gak orangnya"
"Buat apa sih hidup dibuat tegang? Santai aja, lalui seperti air mengalir" ujar bu ketua bijak. Gak tau kenapa taman menjadi sangat ramai anak sekolahan.
Itu ksatria!!!
Diamond...
Beruntung banget gua bisa ketemu ksatria
Gilaa ganteng banget
Mau dong jadi pacarnya
Tempat duduk diamond dan ksatria memang sedikit berjauhan.
"Ksatria foto dong" ujar perempuan perempuan itu yag sibuk dengan ksatria.
"Haii diamond" sapa anak SMA dan SMP
"Haii" balas diamond dengan senyum