Chapter 6

1098 Words
"Ada apa kerumah gua?" Tanya bu ketua ketus. Pak bos menarik bu ketua maju dan menatapnya serius. "Jadi pacar gue ya?" Tanya Pak bos membuat Diamond membuka lebar lebar mulutnya. "Hahaha.. lo bercanda? Apa lo taruhan sama temen temen lo?" Tawa Bu ketua pecah. "Gua serius," ujar Pak bos. "Kita aja baru kenal, gak mungkin dong lo langsung suka sama gua?" Ujar Bu ketua sambil menaikan satu alisnya. "Lo inget kan kita selalu ketemu di mall atau pun di restoran? Dari situ gua udah suka sama lo" ujar pak bos jujur. Speechless. "Jadi pacar gue." oke, itu bukan pertanyaan tapi perintah. "Gu-gu..a" "Oke, mulai sekarang lo jadi milik gua," ujar Pak bos tegas membuat Bu ketua membelakan matanya. Baru saja ingin pergi meninggalkan rumah Bu ketua, tangan Pak bos ditahan bu ketua. "Tunggu, mak--" "Lo pasti tau arti dari kata yang gua ucapin," potong Pak bos datar. Bu ketua masih terdiam sampai Sam membuka suara. "Kalian sekolah dimana?" Tanya Sam. "Kenapa emangnya?" Sahut Nabila. "Kita tadi nyariin kalian di SMA 1 tapi gak ada," jelas Davin. "Kita gak sekolah di SMA 1," ujar Tiara. "Terus sekolah di? Bukannya kemaren kalian bilang sekolah di SMA 1?" Tanya Levin menyerngitkan keningnya. "Itu kemarin, saat kita belom di DO. Dan sekarang kita belom tau mau masuk SMA mana," jelas Intan. "Oh gitu," ujar ketiganya. Pak bos masih diam. "Gua masih gak ngerti dan ini sulit untuk dipercaya," ujar Bu ketua menatap mata pak bos. Pak bos menghela nafas dan mendekati bu ketua. "Lo pasti ngerti. Dan ini gak sulit dipercaya. Gak usah dipikirin, jalanin aja dengan santai," ujar Pak bos dan mencium kening Bu ketua lembut membuatnya mematung. "Gua pulang," pamit Pak bos, Bu ketua hanya mengangguk kaku. Bu ketua masih mematung saat mobil pak bos sudah meninggalkan rumah Bu ketua. "Gila!!" Teriak Intan, Tiara dan Nabila membuyarkan lamunan Bu ketua. "Udah lah gak usah dipikirin," ujar Bu ketua cuek, tepatnya pura pura cuek. *** Diamond masuk ke SMA 10. Dan bu ketua bilang, dia lagi males untuk bikin masalah. Jadi selama seminggu di SMA 10, mereka berempat hanya diam dan tidak membuat onar. Mereka seperti anak murid biasanya, hanya saja pakaian mereka tidak rapih dna mereka jarang ngerjain tugas. Mood bu ketua pun jelek semenjak pak bos nembak dia. "Bu ketua lo gpp kan?" Tanya Tiara khawatir, Bu ketua hanya mengangguk. Akhir akhir ini dia lebih sering diam. "Gimana kabar bu ketua sama pak bos?" Tanya Intan kepo. "Gak tau gua," jawab Bu ketua datar. "Masalahnya pak bos itu kayak udah mengklaim bu ketua MILIK dia. Waktu itu pak bos bilangnya MILIK bukan PACAR," ujar Intan, mereka semua mengangguk. "Pusing lah gua," jawab Bu ketua, dan mereka diam beberapa saat sampai tiara membuka suara. "Gak pernah komunikasi?" Tebak Tiara, Bu ketua hanya mengangguk. "Gila. Selama seminggu pak bos ngediemin bu ketua. Bener bener gila!" teriak Nabila heboh dirumah Bu ketua. "Mungkin dia udah lupa kali, atau cuman buat taruhan aja," ujar Bu ketua santai. "Tapi gak gini juga kali," ujar Tiara. "Udah ah, gak usah dipikirin," kata Bu ketua. "Gua mau ke club, mau ikut?" Tanya Bu ketua. Mereka bertiga mengangguk. Sesampainya di club, mereka langsung kemeja bartender. "Vodka," ujar bu ketua. Mereka terus minum sambil melihat lihat club itu. "Dance?" ajak intan. Mereka mengangguk. Saat mereka turun, musik pun makin kenceng. Dan orang orang pada meliukan badannya kesana kemari. Dan ada salah satu orang yang menyentuh pinggang Bu ketua yang membuatnya risih. Akhirnya bu ketua dan yang lain pun duduk dipaling pojok, mulai menghidupkan rokoknya. "Bu ketua, lo gak sakit kan?" Ujar Tiara cemas. "Gua baik baik aja," ujar Bu ketua santai. Tiba tiba Ksatria datang dan langsung menarik diamond keluar dari club. Entah karena mabuk atau malas berdebat, Diamond hanya menurut saja. Sesampainya di rumah Bu ketua, Diamond langsung menatap Ksatria marah. "Apa apaan sih lo asal tarik gua aja," marah Intan sambil berkacak pinggang. "Kalian ngapain ke club?" Tanya Sam tajam. "Ya minum lah, ngapain lagi," balas Nabila santai. "Jangan ke club lagi. Kalo mau kesana ajak gua," ujar Pak bos kepada Bu ketua. "Siapa lo?" Tanya Bu ketua membuat Pak bos menggeram marah dan mendekati Bu ketua. "Lo lupa perkataan gua kemarin?" Pak bos makin mendekat kepada Bu ketua yang hanya bisa mundur, sampai akhirnya punggungnya menyentuh dinding. "Gua inget. Masalahnya kenapa harus ngajak lo?" Tanya Bu ketua menatap Pak bos "Karena gua gak suka, milik gua dipegang sama orang lain," ujar Pak bos dengan smirk nya. Plak Satu tamparan melayang dipipi mulus pak bos. "Lo dengan seenaknya bilang kalo gua itu milik lo? Gua bukan barang! Dan kemana aja lo satu minggu ini? Gua bukan siapa siapa lo, jadi gak masalah kalo mereka mau megang gua" Teriak Bu ketua marah, satu hal lagi yang bu ketua gak suka. Dia gak suka diabaikan. Pak bos menatapnya marah. Pak bos ingin membentak bu ketua tapi diurungkan saat melihat satu bulir air mata mengalir di pipi Bu ketua. Pak bos memegang pipi bu ketua dan menghapus air mata itu. "You.are.mine." tekan Pak bos di depan muka Bu ketua, sampai sampai bu ketua bisa mencium bau mint. Pak bos memeluk bu ketua sambil mengusap rambut bu ketua. Dan, tangis bu ketua pun pecah. "Lo.. hiks jahat. Lo dengan enaknya mengklaim gua sebagai milik lo, dan dengan enaknya lo abaikan gua. Gua… hiks... gak suka diginiin. Gua… gak bebas" tangis bu ketua di d**a bidang pak bos. "Maaf." Satu kata meluncur dari bibir pak bos. Kata yang jarang diucapkan, bahkan kata yang gak pernah diucapkan. Bu ketua mendorong pak bos dan menghapus air mata nya kasar. "Udah malem, kalian pulang aja," kata Bu ketua dan masuk kedalam rumah tanpa menoleh kearah pak bos. "Ya, sebaiknya kita pulang. Gua yakin, bu ketua gak mau diganggu," ujar Tiara membuat mereka semua mengangguk. Brian tetap memasang muka datar. Saat sampai dirumahnya, brian membuka line nya dan mengirim pesan buat Bu ketua. Brian Andreas: maaf.    Read Pesan itu cuman di read doang dengan bu ketua membuat pak bos menghela nafas. Brian Andreas: maaf.. bales dong.   Read CrystalEL: ya. Sekali lagi pak bos menghela nafas. Balasan bu ketua jutek. Brian Andreas: maaf karena udah ngabaikan lo, gua gak maksud kok. Gua cuman mau lo santai aja ngejalaninnya, tapi lo malah tertekan. Read CrystalEL: gpp. Brian Andreas: besok sekolah gua anter ya? Oh iya, lo sekolah dimana? Read CrystalEL: gak usah, gua bisa berangkat sendiri. SMA 10. Brian Andreas: yaudah deh. Night :) CrystalEL: night too. Pak bos menghela nafas kasarnya. Brian pov Bener kata intan, tiara dan nabila. Jangan sekali sekali buat bu ketua marah, sekalinya marah dia susah banget dideketinnya.. jadi jutek dan cuek. Gua harus tau hal apa yang gak disukain bu ketua. 1. Bu ketua gak suka ngantri 2. Bu ketua gak suka nunggu 3. Bu ketua gak suka di ancam 4. Bu ketua gak suka dikasihanin 5. Bu ketua gak suka diatur 6. Bu ketua gak suka diabaikan 6 hal itu udah melekat diotak gua. Sebenernya gua itu pengen banget lah ngubungin bu ketua, tapi gua takut bu ketua malah marah sama gua. Tapi.. hal ini salah, bu ketua malah jauh lebih marah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD