CHAPTER 14

1150 Words
Surprissseeeeeee.... Thania dan Michelle, kedua sahabat Maisie dengan pacar mereka masing masing tengah mengadakan pesta kelulusan mereka di dalam rumah dimana Andromeda membawa Maisie. Maisie berlari merengkuh kedua sahabatnya itu, perasaan takut dan cemas yang tadi melanda hatinya kini hilang berganti rasa bahagia, Pantas saja, kedua gadis centil itu tak terlihat di sekolah saat tadi dirinya mengambil hasil pengumuman kelulusan. "Kenapa kalian gak ngomong mau kesini sih?" "Kejutan Mai..." "Seneng kan?" Maisie pura pura merajuk. "Seneng apanya?? Kalian berdua menyebalkan!" Maisie melipat kedua tangannya di d**a sambil membuang muka pura pura kesal. Thania dan Michelle memeluk sahabat mereka yang polos dan hobby ngambekkan itu. "Maaf Mai.." "Iya maaf ya Mai..." Maisie tersenyum dan mereka kembali berpelukan. Andromeda tesenyum melihat pemandangan di hadapannya. Tiga gadis remaja yang beranjak dewasa, yang baru akan memulai kehidupannya di universitas. "Oke...acara peluk pelukannya di pending dulu. Waktunya kita berpesta." Entah bagaimana bisa ada DJ dan music yang mengiringi pesta kecil mereka. Beberaopa pria berpakaian pramusaji pun ikut hadir untuk melayani mereka. "Kamu senang?" Andromeda berbisik di telinga Maisie. Gadis itu tersenyum sambil mengangguk, menyesap jus yang ada di tangannya dan matanya tetap tertuju pada sahabatnya yang sedang asik berjoget. "Kak Meda" "Hmmm..." "Maaf tadi Maisie sempat berburuk sangka dalam hati pada kakak." Meda merangkul kekasihnya itu dengan lembut. "Aku tahu." "Itu juga salah kakak" "Kenapa gak ngomong dulu kalau kalian mau ngadain pesta kaya gini." "Jadi salahku?" "Iya." tegas Maisie Andromeda tertawa kecil, ia gemas melihat wajah polos gadisnya itu. "Kalau begitu kakak minta maaf." Andromeda mengakhiri ucapannya dengan sebuah kevupan kecil di pipi Maisie, gadis itu terbelalak lalu membulatkan matanya ke arah Andromeda. "Untuk tak mengatakannya padamu terlebih dahulu, dan untuk ciuman tadi" lanjut pria itu. Maisie memang sudah pernah berciuman, tentunya hanya dengan Darren, namun kecupan Andromeda yang tiba tiba tetap saja membuatnya kaget. Ia hanya diam, bingung untuk menanggapi. "Hai...ayo sini jangan mesra mesraan terus...sini ngedance..."Michelle berteriak memanggil Andromeda dan Maisie agar turun dari mini bar ikut berpesta. Maisie bangkit dari kursi yang di dudukinya, namun tangannya di raih Andromeda. "Disini saja temani aku." Gadis itu menurut, sebenarnya ia memang tidak begitu menyukai pesta pesta seperti ini, ia lebih suka berkumpul dan makan makan, dari pada harus mendengarkan musik keras. Masih dalam pikiran masing masing, Maisie dan Andromeda hanya diam dan menikmati makanan yang di sajikan pelayan. *** Tak terasa matahari sudah tak menampakkan dirinya, dan tergantikan dengan petang yang menyelimuti bumi. Merasa lelah, Maisie mengajak Michele dan Thania untuk pulang. Namun mereka yang tengah asyik b******u dengan kekasih masing masing tak menghiraukan ajakan Maisie. "Apa kau tidak iri dengan mereka?" pertanyaan Andromeda membuat Maisie terkesiap, pria itu tengah berdiri tepat di belakang tubuhnya, bahkan Maisie bisa merasakan hangat hembusan nafas Andomeda di lehernya. Gadis itu tak menoleh saat sebuah tangan tiba tiba memeluk perutnya dari belakang. "Kak Meda..." ucap Maisie lirih hampir tak terdengar "Sebentar saja seperti ini." Maisie terdiam terpaku dengan tindakan Andromeda, tubuhnya menegang dan darah di tubuhnya tiba tiba memanas. "Aku sudah lama menyukaimu, tapi kenapa kamu belum juga membuka hatimu untukku?" Maisie hanya diam, ada perasaan bersalah di hatinya. Kenapa ia mesti menerima cinta pria itu sementara hatinya ia berikan pada orang lain. "Kak Meda..." "Sssstttt...aku akan menunggu..." Saat ini Maisie hanya bisa menikmati pelukan hangat tangan Andromeda, ia tak ingin melepaskan tangan pria itu, walau gadis itu sadar kalau ia hanya akan menyakiti Andromeda bila pria itu terus saja mengejarnya. *** Andromeda mengantar Maisie pulang ke kediaman keluarga Hartono, meninggalkan kedua sahabat gila nya yang sedang merayakan kelulusan bersama kekasih mereka masing masing. "Michelle dan Thania menginap di tempat kakak?" "Hmmm" Andromeda menjawab sembari sibuk dengan kemudinya. "Kakak mengijinkan?" "Kenapa tidak?" "Bersama pacar mereka masing masing?" Andromeda tersenyum, diliriknya sesaat gadis yang berada di sampingnya yang sedang memasang tampang bingung. Andromeda mengelus rambut panjang Maisie lembut. "Kakak tanya sekali lagi, apa kamu tidak iri dengan mereka? Perlu kita kembali ke tempat tadi?" "Tidak perlu" jawabnya dengan cepat, mermbuat Andromeda tertawa mendengar reaksi Maisie yang malu malu. Tak  berapa lama mereka telah sampai di kediaman Hartono. Andromeda bergegas turun dari mobilnya, memutari mobilnya kemudian membukakan pintu mobil Maisie. "Silakan nona cantik." Maisie kikuk menerima perlakuan manis Andromeda. "Kak Meda langsung pulang kan?" "Kenapa? Haruskah aku menginap di rumahmu?" Andromeda menggoda "Aku masuk dulu. Terimakasih ya kak." "Apa tidak ada sesuatu yang terlupakan?" Andromeda menyentuh pipinya sendiri, memberi kode minta di cium. Maisie mengerucutkan bibirrnya melihat tingkah Andromeda. Tiba tiba pintu gerbang terbuka. Mama Maria dan Darren keluar dari pintu. Darren langsung menatap tidak suka ke arah Andromeda yang memasang senyum manisnya sedari tadi. "Maisie,,,kenapa jam segini baru pulang? Mama khawatir sayang. Handphone kamu juga gak bisa di hubungi." terocos mama Maria, mendekati putrinya. "Selamat malam tante. Maaf baru mengantar Maisie pulang jam segini." "Kamu..." "Perkenalkan nama saya Andromeda, pacar nya Maisie tante. Maaf saya baru memperkenalkan diri sekarang." Andromeda mengulurkan tangannya menjabat mama Maria, dan langsung disambut wanita paruh baya itu dengan senyum ramah. Maisie melebarkan matanya mendengar ucapan Andromeda yang dengan gamblang memperkenalkan dirinya sebagai pacarnya. Dan jangan tanya keadaan Darren sekarang, pria itu merngepalkan kedua tangannya ingin sekali meninju pipi tampan Andomeda. Hatinya serasa terbakar mendengar adik tercintanya diakui sebagai kekasih. "Andromeda...sudah lama berhubungan dengan putri tante?" "Kenalnya sih sudah lama tante, tapi baru jadian beberapa bulan ini." "Sudah kerja atau.." "Saya satu kampus sama Darren tante..." "Owh..." "Mama kok nanya nya gitu banget sih? Kaya interogasi maling aja." "Biarin aja Mai...kan emang aku udah maling hati kamu." Mama Maria tersenyum mendengar putrinya di rayu seorang pria dihadapannya. Darren langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga yang sedang asyik ngobrol. "Dari mana aja kalian tadi?" "Maisie tadi saya ajak ngerayain kelulusannya tante. Tapi tante jangan khawatir, kami gak macam macam kok, juga gak cuma berdua. Masih ada empat teman kami yang lain yang satu sekolah juga dengan Maisie." jelas Andromeda Mama Maria manggut manggut mendengar penjelasan Andromeda, hatinya merasa lega sekarang. Bukan hanya karena putri semata wayangnya yang pulang dengan selamat, tapi juga kecurigaannya akan hubungan antara Darren dan Maisie tak terbukti karena ternyata Maisie sudah punya pacar. "Kita ngobrol di dalam saja bagaimana nak Andromeda?" "Cukup panggil Meda saja tante. Sudah malam tante lain kali saja saya mampir. Maisie juga perlu istirahat. Sekali lagi saya minta maaf kalau membuat tante sekeluarga khawatir. Owh iya Mai, hape kalu ada di jok belakang mobil, sebentar kakak ambilkan." Andromeda mengambil handphone Maisie yang tadi ia lempar ke jok belakang mobilnya untuk menghindari panggilan dari Darren. Andromeda memberikan handphone pada Maisie, kemudian menyalami mama Maria. "Saya pamit dulu tante. Selamat malam." "Iya hati hati nak Meda." Maisie hanya diam , melihat mobil Andromeda melaju meninggalkan tempatnya. "Pacar kamu ganteng sekali Mai, pinter kamu cari pacar" "Mama apaan sih..." Mama Maria tertawa menggoda putrinya yang tersipu malu. Sementara Darren langsung mengambil kunci mobilnya kemudian keluar dari kamarnya. Saat ia berpapasan dengan Maisie di depan kamarnya, Darren hanya terdiam dan berlalu begitu saja. Malam ini ia kembali ke apartemennya. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD