Lima puluh tujuh Rere menahan amarahnya. “Gab, aku akan menahan diri untuk enggak sebar aib. Asal kita buat kesepakatan!” usulnya. “Cih, makan tuh kesepakatan!” Gabrian pergi dari hadapan Rere. Dia sungguh muak dengan kelakuan gadis yang tak henti mengusik Jelita itu, dan soal kabar buruk itu.. darimana Rere tahu soal itu? darimana? Gabrian merasa kesal sekali sekarang. Rere dibelakangnya masih terus mengejar. Gadis itu berlari, rambutnya berkibar karena hentakan langkahnya juga karena angin semilir yang bertiup di area terbuka kampus. “Gab, tunggu aku! Jangan sepelein soal ini! Aku bener-bener akan spill ini lewat radio kampus!” teriaknya setengah memaksa. Gabrian berbalik arah, Rere yang setengah berlari hampir menubruk d**a Gabrian yang jauh lebih tinggi darinya. “Mau spill? Koar

