Mobil sport biru milik Erro akhirnya sampai di halaman rumah. Echa menghela nafas lega setelah dia berhasil melalui jalanan curam di sepanjang perjalanan pulang tadi. Sangat mendebarkan untuk ukuran pengemudi amatiran seperti dia. Apalagi dia seorang gadis yang lebih suka bersepeda daripada menyetir mobil. Echa menoleh ke arah Erro yang masih tertidur dengan nyaman di sampingnya. Wajah laki-laki itu tampak lebih pucat dari tadi. Hal itu membuat Echa panik. Dia menyentuh pelan kening Erro dan merasakan panas mulai menjalar di sana. Rasa panik menghantui Echa. Dia berlarian turun dan berteriak meminta bantuan Ello. Ello—dengan sama paniknya muncul tergopoh-gopoh dari dalam. Meski wajahnya masih tampak datar, tak bisa dipungkiri bahwa dia juga kaget. “Kenapa?” “El, tolong bawa Erro ke dal

