BAB 23

2164 Words

NHS Hospital, Southwark, London Siluet-siluet tak beraturan itu mulai terbentuk secara perlahan. Lama-kelamaan satu per satu wajah di depannya mulai tampak. Pelan Erro mengerjap. Bias cahaya pagi London membuat sosok mereka berpendar oleh cahaya. Erro masih terus mengumpulkan seluruh kesadarannya. Sampai dia sadar semua orang di hadapannya menatap penuh bahagia. Ghani tersenyum lebar. Ello dan Rio seperti biasa menampilkan senyum miring ala mereka. Sementara Riska sudah menangis saking terharunya.  “Ri, se—sejak kapan kalian di sini?” tanya Erro terpatah-patah. Suaranya terdengar lemah dan lirih. Sebelah tangannya tampak meraih nasal kanul dan berusaha melepasnya. Secepat kilat Rio menahan tangan Erro. “Jangan dilepas, Ro! Lo masih butuh istirahat!” Rio mencoba menenangkan Erro yang la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD