BAB 24

2646 Words

“So, can I trust my patient to you, Doctor Mario Fabrian?” Rio tersenyum lebar. “Of course, Doctor. I will take care your patient.” Dokter Frank tertawa, mengangkat sebelah tangan dan mulai menghilang dari ruang perawatan Erro. Riska dan Echa masih tertawa di pojokan. Ello menggelengkan kepala tak percaya. “Lo pasti bangga banget dipanggil dokter sama orang-orang sini.” Erro berdecak. “Yes, gue emang udah terkenal.” Rio mulai menampilkan wajah sombong. Ello yang juga sesama calon dokter saja tak ada yang mengenalnya. Benar-benar menyedihkan. Inilah resiko lahir dari orang tua yang bukan dokter. Wajar saja jika mengingat Fabrian merupakan kalangan dokter papan atas. Mungkin saja sebagai anaknya Rio ikutan melejit. “Lo kan terkenal gara-gara anaknya Om Fabrian,” sindir Ello. Rio mema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD