Sudah empat tahun berlalu sejak hari itu. Rasanya sudah lama sekali ya, Ro. Kamu di mana? Sedang apa sekarang? Aku merindukanmu. Sangat-sangat merindukanmu. Sekarang aku sudah menepati janjiku. Aku lulus dengan baik dan mendapat nilai yang cukup. Meski aku yakin kamu akan menertawakan nilaiku. Tapi, aku sudah berhasil. Aku berhasil menepati janji waktu itu. Lalu, kapan kamu akan menepati janjimu? Kapan kamu datang padaku? Berjuta-juta pertanyaan itu selalu hinggap di benakku. Kamu tahu? Setiap hari aku menangis karena terlalu merindukanmu. Dan yang bisa kulakukan hanya memandangi fotomu yang memenuhi kamarku. Melihat koran dan majalah yang sempat memuat namamu beberapa pekan lalu. Tapi, selamanya itu tidak akan cukup karena aku menginginkanmu yang nyata. Air mata pertama menetas. Ec
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


