BAB 21

2203 Words

Suasana Panti Asuhan Senandung Kasih selalu ramai seperti terakhir kali Erro menginjakkan kaki di sini. Dia menatap bangunan sederhana itu dan tersenyum tipis. Sebelah tangannya menarik Echa agar segera masuk ke dalam. Saat itu anak-anak tengah bermain bola di lapangan. Erro hanya bisa tertawa melihat Rio yang tengah kerepotan berlari kesana-kemari sambil mengejar bola di kaki Bintang. Ternyata Rio payah sekali dalam bermain bola. Padahal dia cukup menguasai basket. Dasar aneh. “Gue kira, lo lupa sama rumah ini.” Riska muncul dengan kedua tangan bersedekap. Pancaran wajahnya selalu terlihat mandiri dan dewasa jika tengah bersama anak-anak. Meski kadang Erro cukup sadar bahwa Riska bisa berubah seperti anak kecil saat bertengkar dengan Rio. “Mana mungkin sih, gue lupa. Tempat ini kan ru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD