BAB 20

1756 Words

Hanya suara dentingan sendok dengan cangkir kaca yang terus mendominasi keheningan di antara mereka. Berulang kali Erro menyesap kopi di tangannya untuk mengurangi rasa gugup yang kini menjalar. Rio menghela nafas jengah dan terus melempar tatapan tajamnya pada Erro. “Jadi, sampai kapan lo bakal diem kayak patung gini?” “Ri, lo belum tahu masalahnya.” Erro menyela cepat. Matanya sudah menerawang ke depan. “Gue nggak tahu apa gue sanggup pergi selama itu. Lagipula gue nggak begitu yakin kalau gue bisa sembuh total.” Rio menatap Erro dengan mata menyalang tajam. “Lo pasti bisa, Ro! Lo tahu itu.” Erro menatap Rio ragu. “Gue—” Sebelum Erro selesai dengan kalimatnya, Rio sudah menggebrak meja. Dua matanya masih menyalang-nyalang membuat Erro langsung terdiam. “Lagi-lagi Echa! Gue tahu Ro,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD