Hari-hari terasa jauh lebih indah ketika Erro kembali melaluinya bersama Echa. Semuanya terasa kembali seperti sedia kala. Semuanya terasa baik dan sempurna. Setidaknya begitulah yang tampak di matanya. Meski Erro sadar lambat laun dia akan kembali membohongi Echa. Hari ini masih sama ketika mereka menaiki bus kuning menuju kampus tempat mereka berkuliah. Suasana terasa begitu tenang di dalam. Beberapa mahasiswa yang satu bus dengan mereka tampak sibuk dengan buku tebal atau setidaknya ponsel di tangan. Berbeda dengan Erro yang tengah merenung menatap jalanan di luar. “Ro, kenapa?” Suara Echa mengagetkan Erro begitu saja. Membuatnya sadar dan kembali pada realita. Dia memaksakan seulas senyum. “Nggak apa-apa, Cha.” Echa mengernyit heran. “Lo ngelamun lagi, Ro.” Erro terkekeh. Dia men

