Di teras, Fara duduk terdiam. Kedua kakinya sengaja ia angkat untuk menopang dagunya. Pada sebuah kursi yang mengapit meja kecil ia tengah duduk. Wanita bermata bulat nan jernih itu tengah merenung. Merenungkan beberapa hal yang terjadi hari ini. Sesekali, Fara menghela napas panjang seiring nostalgia yang terjadi di benaknya. Abra, Celine, Dewi bahkan Sony ada di dalam pikirannya. Masing-masing dari orang itu menyebabkan masalah yang mempengaruhi hatinya. Berkat Abra, Fara merasakan luka yang semakin hari rasanya semakin menganga. Celine yang datang mengakui hubungannya dengan Abra semakin dekat pun membuat Fara mau tidak mau menambah luka hatinya. Lalu, Dewi yang terkesan memperosokkan dirinya ke dalam hidup Sony. Terakhir, Sony yang memberikan wejangan sarat dengan kepedulian, tetapi

