Fara kembali menghubungi driver taksi online yang telah ia pesan. Tak lupa, ia menyematkan kata maaf setelah sebelumnya memberitahukan perihal pembatalan pesanan. Kemudian, ia menghela napas dalam. Fara masih bergeming, belum ada satu pun kata yang hadir selain ucapan pada sang driver melalui ponselnya. Sementara, Sony—sang pemilik mobil—yang saat ini sibuk menyetir, masih setia menunggu Fara sampai berucap sepatah kata. Mobil yang mereka tumpangi berjalan cukup lambat, mengarungi jalan raya yang terbentang panjang. Sepengetahuan Sony, arah rumah wanita di sampingnya benar sesuai arah yang ia tuju saat ini. Namun, karena ragu dan Fara belum juga bicara, ia mau tidak mau memperlambat laju berikut mobil miliknya itu. Terdengar helaan napas lagi yang dilakukan oleh Fara. Sedangkan, benak w

