Fara menghela napas dalam, sembari menilik waktu pada jam dinding yang terpasang di ruang kerjanya. Masih terhitung setengah jam lagi hingga jam kerja usai, selama itu ia hanya bisa terdiam, sedangkan tangannya sibuk bekerja. Sejujurnya, otak wanita itu masih terganggu perihal pertanyaan Sony sebelum makan siang tadi. Pertanyaan yang mengarah pada suasana hati. Penyesalan pun tersemat di hati Fara. Jawabannya untuk pertanyaan Sony, bukankah terlalu lancang? Sementara pria itu tengah mengkhawatirkan dirinya. Fara merasa tidak sopan, kendati ia sendiri berpikir Sony juga melontarkan pertanyaan yang kurang sopan terhadapnya. Namun, berkat posisi pria itu membuatnya merasa tidak enak hati pada akhirnya. “Apa aku nanti minta maaf sama Pak Sony, ya?” pikir Fara seiring terhentinya gerakan jari

